Ekspor Perikanan Maros Tembus Rp54 Miliar dalam 20 Hari

Ekspor Perikanan Maros Tembus Rp54 Miliar dalam 20 Hari

MAROS, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mencatatkan kinerja ekspor perikanan yang impresif dengan melepas produk ikan dan rumput laut senilai total Rp54 miliar untuk periode 1 hingga 20 November 2025. Pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025 yang digelar di daerah tersebut.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan agenda tahunan ini dirangkaikan dengan berbagai program yang bertujuan memperkuat budaya konsumsi ikan di masyarakat, sejalan dengan tema tahun ini, “Hari Ikan untuk Generasi Emas 2045.”

“Kegiatan hari ini adalah peringatan Hari Ikan Nasional 2025 bersama semua stakeholder. Kami melakukan beberapa kegiatan, termasuk pelepasan ekspor hasil laut dan perikanan,” ujar Chaidir, Sabtu (22/11/2025).

Komoditas Unggulan dan Tujuan Ekspor

Nilai ekspor Rp54 miliar tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan yang mengolah produknya di Maros, meski bahan bakunya juga dipasok dari daerah lain. Komoditas unggulan Maros yang diekspor didominasi oleh ikan bandeng (seperti bandeng tanpa tulang dan bandeng asap), rumput laut, dan udang.

Sementara itu, jenis ikan yang mendominasi ekspor mencakup tuna dan kakap merah dengan negara tujuan yang sangat beragam, antara lain Amerika Serikat, Eropa, Malaysia, Cina, Korea, Singapura, Vietnam, dan Arab Saudi.

Chaidir Syam menegaskan potensi ekspor dari Maros sangat besar. “Permintaan datang dari berbagai negara, tinggal bagaimana eksportir menjaga mutu dan kualitas,” katanya, sembari menambahkan bahwa Pemda aktif memberikan bimbingan teknis mengenai standar mutu negara-negara pengimpor, termasuk standar tinggi dari Amerika Serikat.

Jaminan Mutu dan Tantangan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maros, Muhisal, menjelaskan peran dinasnya dalam menjamin kualitas produk.

“Dinas Perikanan memastikan mutu ikan yang diekspor berkualitas tinggi. Kami juga melihat di mana ikan itu diproses dan memastikan perusahaan memiliki kelayakan proses, sanitasi, dan dokumen lain,” tegas Muhisal.

Maros memiliki 34 Unit Pengolahan Ikan (UPI) ekspor, terdiri dari 20 UPI ikan dan 14 UPI rumput laut. Kontribusi komoditas perikanan dan rumput laut lokal Maros mencapai 40 hingga 50 persen dari kebutuhan UPI.

Meskipun didukung ketersediaan bahan baku yang besar dan posisi strategis dekat pelabuhan serta bandara, Bupati Chaidir menyebut tantangan utama bagi eksportir adalah kebijakan luar negeri yang kerap berubah, menyulitkan pengusaha dalam pemenuhan persyaratan.

Ke depan, Dinas Perikanan menargetkan peningkatan kapasitas ekspor daerah hingga menembus nilai Rp75 miliar, memperkuat posisi Maros sebagai salah satu pusat ekspor perikanan di Sulawesi Selatan.


Comment