BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bergerak cepat mengamankan momen Ramadan di Kabupaten Bulukumba. Tim BBPOM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba menggelar intensifikasi pengawasan takjil di dua titik keramaian pada Kamis, 12 Maret 2026.
Petugas menyisir Taman Kota Bulukumba di Jalan M. Noor Loka serta area Ramadhan Chill & Culinary Fest di pelataran Gedung Bersama. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat yang berburu hidangan berbuka puasa.
Satu Sampel Positif Zat Berbahaya
Dalam operasi ini, petugas mengambil 19 sampel makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti Rhodamin B, Methanil Yellow, Boraks, dan Formalin. Tim langsung menguji sampel tersebut di lokasi menggunakan test kit (uji cepat).
Hasilnya, petugas menemukan satu sampel yang mengandung pewarna tekstil dilarang, yaitu Rhodamin B. BBPOM segera mengamankan sampel tersebut untuk pengujian lebih mendalam di laboratorium pangan Makassar.
“Kami langsung memberikan edukasi kepada pedagang agar tidak lagi menjual produk yang terindikasi mengandung bahan berbahaya tersebut,” tulis laporan tim BBPOM di lapangan.
Edukasi “Cek KLIK” untuk Warga
Selain melakukan pengujian, petugas juga aktif mengedukasi pengunjung dan pedagang di lokasi. BBPOM mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK:
-
Cek Kemasan
-
Label
-
Izin Edar
-
Kedaluwarsa
Petugas juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile sebagai alat verifikasi produk secara mandiri. Sebagai langkah pencegahan, tim memamerkan contoh produk kosmetik, obat tradisional, dan pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan agar masyarakat lebih waspada.
Comment