BBPOM Makassar dan Unhas Percepat Izin Edar Produk Inovasi Kampus

BBPOM Makassar dan Unhas Percepat Izin Edar Produk Inovasi Kampus

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar bergerak cepat memperkuat kolaborasi strategis dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Langkah ini bertujuan untuk mengakselerasi hilirisasi riset kampus agar produk inovasi akademik segera mendapatkan izin edar resmi.

Upaya ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, mengenai pentingnya kolaborasi Academia-Business-Government (ABG). Melalui sinergi ini, BPOM berperan aktif sebagai fasilitator yang menjembatani riset perguruan tinggi dengan dunia industri.

Meninjau Sarana Produksi Unhas

Tim Sertifikasi BBPOM di Makassar, yang dipimpin oleh Ana Andriyani, melakukan peninjauan langsung ke sarana produksi di lingkungan Unhas. Mereka menilai secara menyeluruh kelayakan bangunan, fasilitas, hingga alur proses produksi.

Selain melakukan inspeksi teknis, tim juga memberikan pendampingan terkait tahapan registrasi produk. Hal ini mencakup pemenuhan dokumen administratif agar sesuai dengan standar nasional yang berlaku.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menyatakan bahwa pembentukan Tim Percepatan Hilirisasi Riset ini merupakan wujud komitmen nyata antara BPOM dan Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa.

“Kami ingin mewujudkan hasil riset inovatif di perguruan tinggi menjadi skala produksi yang bernilai ekonomi tinggi serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yosef.

Meningkatkan Nilai Jual dan Kepercayaan Konsumen

Yosef menambahkan bahwa perolehan izin edar BPOM bukan sekadar pemenuhan regulasi. Sertifikasi tersebut akan meningkatkan nilai jual produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta memperluas jaringan pasar.

“Jika aspek legal terpenuhi, omzet produk inovasi kampus tentu akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Peninjauan ini juga melibatkan Direktur Inovasi Unhas, Asmi Citra Malina, Dekan Fakultas Farmasi, Abdul Rahim, serta Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Salengke. Kehadiran para pimpinan fakultas ini menegaskan keseriusan Unhas dalam mengonversi riset laboratorium menjadi produk komersial.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Potensi industri Obat dan Makanan di Indonesia sangat besar, bahkan diperkirakan memberikan kontribusi hingga Rp6.000 triliun per tahun. Oleh karena itu, hilirisasi berbasis riset menjadi kunci utama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Melalui model ekosistem inovasi ini, BBPOM Makassar dan Unhas optimis dapat memperkuat industrialisasi berbasis teknologi sekaligus mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang lebih mandiri.


Comment