BPOM Luncurkan Nutri-Level: Cara Taruna Ikrar Perangi Diabetes

BPOM Luncurkan Nutri-Level: Cara Taruna Ikrar Perangi Diabetes

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, mengambil langkah berani untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Melalui kebijakan terbaru bernama Nutri-Level, BPOM kini menghadirkan sistem pelabelan gizi yang lebih sederhana dan informatif pada bagian depan kemasan pangan olahan.

Langkah strategis ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman diabetes, stroke, hingga penyakit jantung. Prof. Taruna menegaskan bahwa pola konsumsi tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) menjadi pemicu utama melonjaknya prevalensi PTM, bahkan pada usia produktif.

Panduan Cerdas Memilih Pangan

Sistem Nutri-Level mengklasifikasikan kandungan gizi menggunakan tingkatan huruf A hingga D dengan kode warna menarik. Sebagai contoh, label Level A dengan warna hijau tua menunjukkan kandungan GGL yang rendah. Sebaliknya, Level D memberikan peringatan bagi konsumen bahwa produk tersebut mengandung zat yang perlu dibatasi konsumsinya.

“Masyarakat membutuhkan pendekatan yang lebih visual dan membumi. Dengan Nutri-Level, konsumen bisa langsung memahami risiko dari apa yang mereka konsumsi hanya dalam sekali lihat,” ujar Taruna di Kantor BPOM, Senin (6/4/2026).

Mendorong Inovasi Industri

Selain mengedukasi publik, kebijakan ini juga memacu para pelaku usaha untuk bertransformasi. BPOM memastikan bahwa Nutri-Level bukanlah bentuk pembatasan produksi, melainkan instrumen kolaboratif untuk mendorong inovasi pangan sehat.

Pada tahap awal, BPOM menerapkan skema ini secara sukarela pada kategori minuman siap konsumsi. Selanjutnya, pemerintah akan melakukan harmonisasi lintas kementerian agar regulasi ini berjalan inklusif dan adil bagi semua pihak.

Komitmen Nyata untuk Kesehatan

Dalam peluncuran tersebut, Prof. Taruna mendapatkan dukungan penuh dari jajaran pimpinan BPOM, termasuk Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Dra. Elin Herlina. Taruna menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kesadaran konsumen adalah kunci utama dalam melawan penyakit.

“Penyakit tidak menular datang secara diam-diam. Oleh karena itu, kita harus melawannya dengan kesadaran, mulai dari membaca dan memahami label pada kemasan pangan kita,” pungkasnya.


Comment