MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus bergerak cepat menuntaskan masalah antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bahkan langsung berkomunikasi via telepon dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, demi mengamankan pasokan energi warga.
Langkah diplomasi tingkat tinggi ini menjadi puncak dari serangkaian evaluasi ketat yang dilakukan Pemprov Sulsel dalam beberapa hari terakhir.
Andi Sudirman menegaskan bahwa penambahan pasokan BBM menjadi kunci utama untuk menormalkan kembali situasi di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta Pertamina pusat segera merealisasikan penambahan kuota untuk wilayah Sulsel.
“Kami terus melakukan evaluasi di lapangan. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Pak Direktur Utama Pertamina untuk segera menambah kuota BBM bagi Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sudirman, Minggu (13/9/2026).
Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Sulsel telah mengirimkan surat resmi nomor 670/2478/DESDM tertanggal 12 September 2026 kepada PT Pertamina Patra Niaga. Surat tersebut memuat sejumlah opsi taktis untuk mempercepat pemulihan distribusi.
Selain memperjuangkan kuota tambahan, Pemprov Sulsel juga menerapkan skema bypass pengisian BBM. Salah satu solusinya adalah mengoperasikan Modular SPBU di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar guna memecah kepadatan di SPBU reguler.
Selanjutnya, pemerintah daerah mengombinasikan langkah teknis tersebut dengan pembatasan mobilitas warga. Pemprov Sulsel telah memberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan tertentu, menerapkan sekolah daring selama sepekan, serta mengatur ulang jam operasional armada truk.
Menariknya, petugas di lapangan kini juga memperketat penyaringan (screening) antrean. Andi Sudirman mengimbau masyarakat yang tangki BBM kendaraannya masih cukup agar tidak ikut mengantre. Tindakan panic buying hanya akan memperpanjang laju antrean di SPBU.
Tidak hanya mengurus masalah distribusi, Gubernur Sulsel juga mengambil tindakan tegas terhadap oknum pemburu rente yang memanfaatkan situasi krisis. Pihaknya menggandeng jajaran Kepolisian untuk memberantas praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.
“Kami bergerak bersama aparat Kepolisian untuk menyisir dan mengejar para pelanggar. Kami tidak akan menoleransi distributor ilegal yang mengalihkan BBM subsidi ke sektor industri,” tegas Andi Sudirman penuh komitmen.
Melalui sinergi lintas instansi dan tindakan hukum yang tegas ini, Pemprov Sulsel optimistis kelangkaan serta antrean BBM di Makassar dan sekitarnya dapat terurai secara permanen dalam waktu dekat.
Comment