MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggandeng Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk mengawal ketat kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini bertujuan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata, aman, serta bebas dari risiko kontaminasi pangan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, hadir langsung memberikan materi dalam Pelatihan Manajemen Sistem Pelayanan Makanan Institusi (MSPMI) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tahun 2026, Kamis (29/10/2026). Sebanyak 92 peserta yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, dan petugas Puskesmas se-Kota Makassar mengikuti pelatihan ini secara intensif.
Dalam kesempatan tersebut, Yosef menegaskan bahwa menjaga keamanan pangan membutuhkan konsistensi penuh dari hulu ke hilir. Petugas harus mengawasi setiap rantai proses, mulai dari pemilihan bahan baku, penerimaan, penyimpanan, higienitas dapur, sanitasi peralatan, hingga tahap penyajian kepada anak-anak. Oleh karena itu, kelalaian sekecil apa pun pada satu tahapan dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.
“Program yang baik tentu harus kita eksekusi dengan cara yang baik pula. Sebab, jika timbul kasus keracunan pangan, hal itu akan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegas Yosef di hadapan para peserta.
Selain itu, Yosef mengingatkan bahwa makanan sehat tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga wajib terjamin mutu dan keamanannya. Terlebih lagi, sekitar 10 persen penerima manfaat MBG merupakan kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah usia tiga tahun.
Berdasarkan evaluasi BBPOM, kasus keracunan pangan pada program MBG umumnya bersumber dari kontaminasi mikrobiologi. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada praktik kebersihan yang terabaikan, baik di dapur pengolahan maupun di lingkungan sekolah.
Oleh sebab itu, Yosef meminta seluruh pengelola SPPG agar menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin. Petugas sekolah juga perlu mengedukasi para siswa agar rajin mencuci tangan menggunakan sabun serta memakai peralatan makan yang steril.
“Bukan pangan jika tidak aman! Meskipun makanan terlihat lezat, jika terkontaminasi bahan berbahaya atau mikrobiologi, kita seolah menyajikan racun bagi anak-anak. Tindakan sembrono seperti itu adalah kejahatan kemanusiaan,” kata Yosef dengan nada lugas.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa kesuksesan program MBG merupakan fondasi utama menuju generasi emas Indonesia 2045. Karena itu, seluruh pihak harus bahu-membahu menjaga kualitas dan keamanan pangan sehari-hari.
“Berjuang untuk bangsa tidak selalu harus mengangkat senjata. Dengan memastikan kebersihan dan keamanan pangan MBG, Anda semua telah menjadi pahlawan kemanusiaan demi masa depan Indonesia,” pungkas Yosef mengakhiri arahannya.
Comment