Sebelum Sekolah Tatap Muka, Guru Garda Terdepan Harus Bebas Covid

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, melaunching program pertama di Indonesia, yakni swab massif dari Dinas Pendidikan Sulsel. Swab massif ini merupakan langkah dari Pemprov Sulsel untuk memastikan bahwa seluruh guru se Sulsel sehat dan aman bagi anak-anak didik di SMK, SMA dan SLB.

“Hari ini kita akan mulai launching swab kepada seluruh sekolah dan akan dilanjutkan di seluruh Sulsel. Itu untuk membuktikan bahwa kita betul-betul meyakinkan anak-anak kita, bahwa guru-guru kita itu sehat, termasuk juga orangtua, karena kita tahu orang tua punya kekhawatiran yang luar biasa,” kata Nurdin Abdullah, belum lama ini.

Persiapan tes PCR tersebut merupakan sinergi antara Dinas Pendidikan Sulsel dengan Dinas Kesehatan Sulsel, Kabupaten Kota se-Sulsel, dan seluruh Forkopimda yang ada.

“Kami bersama seluruh Forkopimda yang ada mempersiapkan guru-guru kita dengan melakukan swab tes PCR, untuk memastikan bahwa guru-guru kita sehat, karena ini akan menghadapi anak-anak kita,” ungkapnya.

Selain itu, tes swab PCR ini juga merupakan salah satu persiapan berdasarkan intruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.

“Menteri Pendidikan meminta kepada kita untuk menyiapkan sekolah tatap muka di Bulan Januari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri, menambahkan, launching tes swab masif ini merupakan langkah Dinas Pendidikan Sulsel untuk memastikan seluruh anak didik aman memasuki sekolah tatap muka.

“Kita akan melakukan launching swab massif untuk guru-guru di sekolah dan untuk memastikan anak-anak kita sehat di saat masuk sekolah tatap muka,” tutupnya.

Hadir pada acara tersebut, KA SPN Batua, Pangdam Hasanuddin, Perwakilan Kejati Sulsel, Dirut Perseroda Sulsel, Kadis Pendidikan Sulsel, Rektor UNM, Rektor UIN Alauddin, dan seluruh stakeholder terkait.

Cegah DBD, Kelas di Fogging

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Sulsel segera melakukan fogging, sebelum dimulainya sekolah tatap muka di seluruh sekolah se-Sulsel.

“Mohon sebelum sekolah dibuka, Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten kota untuk melakukan fogging di sekolah-sekolah karena sudah masuk masa hujan, takutnya DBD. Karena wabah DBD itu cepat sekali menyebar,” kata Nurdin Abdullah.

Hal tersebut merupakan sebuah keharusan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi seluruh anak didik dan guru-guru se-Sulsel.

“Saya tentu berharap apa yang menjadi arahan dari Bapak Menteri Pendidikan menjadi acuan untuk kita mengawalinya dengan sebuah keharmonisan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Nurdin, sekolah tatap muka ini sudah sangat dinantikan anak didik di seluruh Indonesia, khususnya di Sulsel.

“Tahun depan akan dimulai sekolah tatap muka. Sekolah tatap muka ini sangat dinantikan oleh anak-anak kita setelah sekian lama melakukan sekolah virtual,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, agar membuat inovasi yang tidak merugikan para guru di Sulsel.

“Buatlah inovasi dan kreasi untuk membuat guru kita bisa menikmati dan jangan membebani guru-guru kita, tapi buatlah inovasi yang menyenangkan para guru kita,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri, menambahkan, dengan tagline baru Sucikan Hati Dalam Bekerja, Dinas Pendidikan Sulsel mulai berbenah dengan membangun sinergi bersama seluruh stakeholder terkait lembaga pendidikannya.

“102 hari kerja saya sebagai kepala dinas, kita bisa kondusif lagi dalam menjalankan tugas. Sucikan hati dalam tekad bekerja menjalankan tugas kami,” katanya.

Ia mengaku secara aktif melakukan komunikasi dengan seluruh stakeholder, dengan Kepolisian, Kejaksaan, DPRD Sulsel, dan seluruh lembaga yang berkaitan dengan pendidikan. Kemudian Muhammadiyah, NU, Wahdah, Yayasan Katolik, Yayasan Kristen dan seluruh elemen lainnya. (*)


Comment