Selain Korban Gempa Sulbar, CSC Indonesia juga Bantu Panti Asuhan dan Jompo

Selain Korban Gempa Sulbar, CSC Indonesia juga Bantu Panti Asuhan dan Jompo

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Cell Tech stemcell Center (CSC) tanggap bencana gempa bumi di Sulawesi Barat. CSC menyalurkan bantuan tahap pertama melalui panitia Tenas III IKA SMANSA Makassar kepada korban yang terdampak sangat parah.

Jumlah korban jiwa dalam gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar) berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu pukul 02.00 WIB sebanyak 56 orang. 9 orang dari Kabupaten Majene dan 47 di Kabupaten Mamuju.

Direktur Utama Celltech Stemcell Center yang juga ketua panitia temu alumni nasional III SMANSA Makassar dan Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD mengaku, sebagai anak bangsa pihaknya terpanggil untuk membantu mereka yang kena bencana alam di Majene dan Mamuju, Sulawesi barat

Profesor Deby bersama rombongan berangkat melalui darat dengan membawa bantuan obat, minuman, makanan, beras, selimut, bantal dan masker.

“Selian itu, kami juga mengirim relawan untuk bergabung di Sulawesi Barat. Kami sudah berkoordinasi dengan relawan yang duluan tiba, sehingga bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Prof Deby.

“Apalagi, saat ini tercatat 415 rumah rusak di Kabupaten Mamuju. Semua masih proses pendataan,” tambahnya.

Deby yang didampingi Muchlisa Jusuf Kalla, wakil Ketua Tenas 3 menjelaskan, saat pihaknya intens melakukan komunikasi dengan relawan dokter yang sudah tiba di Sulbar seperti IKA SMANSA Makassar, IDI Kota Makassar serta IDI kota lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan mendesak. Hasil itulah yang dibawa CSC Indonesia bersama panitia Tenas III IKA SMANSA.

Titik fokus bantuan di Kecamatan Malunda, daerah ini merupakan salah satu yang mengalami dampak parah akibat gempa bumi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Selain bantuan korban gempa Sulbar, Panitia Tenas III IKA SMANSA Makassar menyalurkan bantuan kepada Panti Asuhan Murni di Jalan Singa dan PA Bustanul Islamiyah di Karuwusi serta Panti Jompo di Sungai Saddang.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, meringankan beban saudara kita,” pungkas Deby

Marketing Communication CSC, Wachyudi Muchsin mengatakan, pihaknya menghadirkan closed system. Hal ini satu satunya yang ada di Indonesia. Sebab, dilengkapi dengan Quantum Stem Cell terbaru.

“Bahkan Singapura pun belum memilikinya, ini pertama di Asia. Closed system ini memungkinkan jumlah stemcell ratusan juta untuk keberhasilan terapi yang lebih optimal,” ujarnya.


Comment