
MALILI, BERITA-SULSEL.COM – Keberadaan Gereja Toraja (Getor) di Lutim sudah genap 10 tahun. Ulang tahun ke-10 kali ini, diperingati dan dipusatkan di Gereja Toraja Jemaat Pniel Puncak Indah Malili. Selain dihadiri warga Toraja di Lutim, juga hadir undangan; khususnya dari unsur pemerintahan; Bupati Lutim, Kapolres Lutim, Kejari Lutim, Ketua Pengadilan Negeri Malili, dan Camat Malili, dan Kepala Desa Puncak Indah, tokoh masyarkat, dan Tokoh Agama.
Dalam HUT ke -10 kali ini, acara diawali dengan ibadah syukur dan sebagai Pelayan Firman; Pdt. Helmes,S.Th.,MM. sebagai Pendeta Jemaat Pniel Puncak Indah, dengan Tema “Perencanaa.” Dalam Pesan Firman, Helmes mengajak jemaat agar melakukan sesuatu dengan diawali perencanaan yang matang, dan benar-benar efisen, karena tanpa Perencenaan akan terombang-ambing dan tergantung pada nasib, maka harus melibatkan Tuhan sebagai sang Pencipta, karen manusia hanya merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan.
Baca Juga
Lutim Raih Prestasi Nasional Sebagai Pembina UPT Permukiman Transmigrasi
Desa Puncak Indah Lutim Buka Perdana Pekan Olahraga Antara Dusun
Lutim Andalkan Kripik Pisang “Sari Raos” di Expo Sulsel
Perayaan di isi tarian adat Toraja, paduan suara jemaat, muda-mudi dan tarian dari anak-anak sebelum puncak perayaan yang di tandai dengan Pemotongan kue oleh Bupati dan Muspida Lutim, Dalam acara tersebut, Husler memberikan apresiasi kepada Panitia dan Para hamba-hamba Tuhan yang sudah turut bagian pembinaan Rohani kepada Jemaat dan Masyarakat.
“Masyarakat atau jemaat turut serta dalam mendukung program pemerintah menjadikan Lutim Terkemuka, karena gereja berperan dalam pembinaan jemaat dan masyarakat, untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta kekompakan antar gereja-gereja dan jemaat dalam beribadah,” tuturnya.(did)
Comment