
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemilihan kepada daerah baik pemilihan gubernur maupun bupati dan walikota masih terbilang lama. Meski begitu, beberapa nama figur mulai bermunculan dan digadang-gadang menjadi calon dipesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Menariknya, dari beberapa figur yang muncul justru berasal dari kalangan pendidikan atau akademisi seperti Prof Nurdin Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bantaeng, telah mendeklarasikan diri untuk bertarung di Pilgub 2018 mendatang.
Selain itu ada juga, HA Mustaman Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar, serta Endre Cecep Lantara ketua Yayasan Pendidikan Makassar yang disebut-sebut akan maju di Pilwalkot Makassar.
Menanggapi hal itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad turut memberikan komentar. Menurutnya, semua profesi terbuka untuk bertarung, termasuk akademisi. Selama dapat dukungan masyarakat
“Intinya, semakin banyak calon, maka pilihan masyarakat dan partai untuk menentukan dukungan juga semakin terbuka,” kata Azhar saat dihubungi berita-Sulsel.com, Selasa, (01/11/2016)
Arsyad mengungkapkan, kehadiran akademisi untuk bertarung di Pilkada memberikan nuansa baru, dan semakin menyehatkan demokrasi.
Hanya saja, sambung Arsyad, akademisi yang ingin bertarung di Pilkada harus melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat. “Akademisi harus mengkomunikasikan ide dan gagasan untuk memperbaiki pemerintahan,” terangnya.
Hal ini, kata Azhar, agar masyarakat bisa tahun visi misi serta gagasan ditawarkan akademisi sehingga bisa diterima dan dipilih oleh masyarakat.
“Ini untuk menghidari membeli kucing dalam karung, serta bersedia menerima aspirasi termasuk kritikan,” tegasnya. (ram)
Comment