
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Meski masih terbilang lama, beberapa figur mulai melakukan penjajakan untuk ikut bertarung pada pemilihan kepala daerah baik pemilihan Gubernur, maupun pemilihan Bupati dan Wali Kota yang digelar serentak 2018 mendatang.
Selain figur politisi dan pengusaha yang seringkali mengisi kontestasi Pilkada di beberapa daerah, kali ini figur akademisi juga mulai diperhintungkan untuk ikut bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Beberapa diantaranya adalah Prof. Nurdin Abdullah, Guru besar Unhas yang kini menjabat Bupati Bantaeng, mendeklarasikan ini bertarung pada Pilgub Sulsel mendatang.
Khusus untuk Kota Makasar, nama HA Mustaman, Ketua Yayasan Bakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar, serta Endre Cecep Lantara ketua Yayasan Pendidikan Makassar juga mulai melakukan perkenalan sebagai calon Wali Kota Makassar, yang kini dijabat Danny Pomanto.
Hal itu banyak menyita perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Kali ini legislator Sulsel Rahmansyah ikut memberikan komentarnya terkait keinginan akademisi maju pada kontestasi Pilkada.
Kata dia, sah-sah saja jika akademisi ingin ikut berpartisipasi menjadi calon kepala daerah, sepanjang memiliki integritas dan kemampuan memimpin di level daerah yang akan di pimpinnya.
“Akademisi dan politisi bahkan birokrasi termasuk pengusaha serta artis yang akan maju Pilkada adalah hal yang wajar sepanjang yang bersangkutan punya integritas,” kata Anggota komisi D DPRD Sulsel itu di Makassar, Sabtu (12/11/2016).
Rahmansyah juga menambahkan jika akademisi ingin bertarung, maka harus melakukan persiapan sedini mungkin.
“Demokrasi dan proses politik itu butuh waktu lama untuk persiapannya, tidak boleh tiba-tiba” terangnya.
Lebih lanjut politisi partai Golkar ini menyarankan jika benar ingin bertarung, akademisi harus terus mengikuti perkembangan politik yang begitu dinamis. “Yang harus digaris bawahi adalah akademisi harus mampu membaca dinamika politik yang bergulir,” demikian Rahmansyah.
Comment