GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menilai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bajeng Barat menjadi penguatan nyata terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gowa.
Hal tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri peresmian pembangunan SPPG Polres Bajeng Barat 01 di Dusun Romang Lompoa, Kecamatan Bajeng Barat, Minggu (11/1). Fasilitas tersebut merupakan unit dapur umum hasil kolaborasi Polres Gowa dan Yayasan Kemala Bhayangkari yang difokuskan pada pemenuhan gizi masyarakat.
SPPG ini ditujukan untuk melayani kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional MBG.
“Ini merupakan wujud komitmen Polres dan Bhayangkara Gowa dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Darmawangsyah dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pembangunan SPPG di Kabupaten Gowa perlu dipercepat dan diperluas agar dapat menjangkau seluruh wilayah. Menurutnya, kebutuhan akan SPPG kerap disampaikan masyarakat saat pemerintah daerah melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan.
“Semakin cepat SPPG dibangun dan beroperasi, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami berharap SPPG Bajeng Barat menjadi pemicu hadirnya SPPG lain di berbagai wilayah Gowa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawangsyah juga menyinggung capaian penurunan angka stunting di Gowa. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa pada 2025 tercatat turun signifikan menjadi 17 persen, dari sebelumnya 21,1 persen, sekaligus menempatkan Gowa sebagai salah satu daerah dengan angka stunting terendah di Sulawesi Selatan.
Ia menilai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG dan keberadaan SPPG yang merata.
Selain berdampak pada kesehatan, Darmawangsyah menyebut SPPG juga memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat pembangunan SPPG, serta mengajak pemerintah desa mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya melalui pengembangan peternakan ayam petelur guna memenuhi kebutuhan dapur SPPG.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman menyampaikan bahwa pembangunan SPPG Polres Bajeng Barat 01 merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.
“SPPG ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam pemenuhan gizi,” ujarnya.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, mengungkapkan bahwa hingga awal 2026 terdapat sekitar 60 SPPG di Kabupaten Gowa, dengan 55 unit aktif dan delapan unit siap operasional.
Ia menyebutkan, satu SPPG dapat mengelola anggaran sekitar Rp850 juta hingga Rp1 miliar per bulan serta menyerap puluhan tenaga kerja. Jika seluruh SPPG beroperasi optimal, perputaran ekonomi di Gowa diperkirakan dapat mencapai Rp60 miliar per bulan.
Karena itu, Handayani menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam mendukung pasokan bahan pangan, termasuk sektor pertanian, peternakan, sayur, dan buah, serta mengatasi tantangan harga bahan pangan dan keterbatasan pasokan susu.
Peresmian SPPG Bajeng Barat turut dihadiri Ketua DPRD Gowa, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Kasdim Gowa, Ketua TP PKK Gowa, Ketua Bhayangkari Gowa, Ketua FKPM Gowa, Camat Bajeng Barat, para pejabat utama Polres Gowa, serta mitra Yayasan Kemala Bhayangkari Gowa.
Comment