MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan strategi pembangunan dan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Makassar saat menerima kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Paparan tersebut disampaikan Munafri saat menerima langsung rombongan Pemkab Majene di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Baruga Anging Mamiri, Sabtu (10/1/2026).
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus ruang berbagi praktik baik antardaerah, khususnya terkait tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan percepatan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Munafri menyampaikan berbagai program prioritas yang dijalankan Pemkot Makassar, mulai dari penguatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kota Makassar terus mendorong inovasi dan kolaborasi sebagai kunci utama peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dan sedang kami jalankan,” ujar Munafri.
Ia menjelaskan, Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia memiliki tantangan kompleks, khususnya terkait tekanan inflasi dan mobilitas penduduk yang tinggi. Karena itu, Pemkot Makassar menerapkan pendekatan pemerintahan berorientasi dampak, di mana setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata. Tujuan akhirnya adalah menjaga dan memperkuat daya beli warga,” tegasnya.
Sebagai contoh konkret, Munafri memaparkan sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya pembebasan iuran sampah, pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru, serta pemasangan sambungan PDAM gratis.
Selain itu, Pemkot Makassar juga melakukan konsolidasi sistem digital pemerintahan melalui Makassar Super Apps “Lontara Plus”, yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform.
Di sektor ekonomi, Pemkot Makassar mendorong pemerataan pertumbuhan melalui pengembangan event, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sport tourism. Pembangunan stadion sepak bola dan penguatan agenda event daerah dinilai mampu menggerakkan UMKM, sektor jasa, dan pariwisata.
Munafri juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi. Menurutnya, aparatur pemerintah dituntut tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi menjadi pelayan publik yang responsif, solutif, dan berintegritas.
“Birokrasi harus hadir memberi solusi, bukan menambah persoalan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariana menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mempelajari strategi pembangunan dan inovasi yang diterapkan Pemkot Makassar.
“Kami melihat langsung bagaimana Kota Makassar mencatatkan banyak capaian dan prestasi. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk berbagi strategi dan kebijakan yang bisa kami adopsi di Kabupaten Majene,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain silaturahmi, rombongan Pemkab Majene juga melaksanakan kegiatan retreat selama dua hari di Makassar. Kota Makassar dipilih karena dinilai memiliki daya tarik lengkap, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, kuliner, pariwisata, maupun nilai sejarah.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpemerintah daerah serta mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat di masing-masing wilayah.
Comment