Safari Ramadan, Wali Kota Makassar Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

Safari Ramadan, Wali Kota Makassar Ajak Warga Jaga Fasilitas Publik

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi kemajuan kota. Pesan menyejukakan tersebut ia sampaikan saat melaksanakan salat Tarawih berjamaah di Masjid Babussalam, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kamis malam (26/2/2026).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, momen ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi warga, termasuk persoalan perbaikan lorong yang dikeluhkan tokoh masyarakat setempat.

Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Selain mempererat silaturahmi, Munafri mendorong pengurus masjid agar menjadikan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan generasi muda. Ia berharap masjid tidak hanya berfungsi untuk ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi tempat mencetak generasi Qur’ani yang cerdas secara sosial.

“Kami ingin masjid menjadi pusat peradaban. Tempat ini harus menjadi awal pendidikan agama bagi anak-anak kita sekaligus solusi bagi persoalan sosial di lingkungan sekitar,” ujar Munafri di hadapan jemaah.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa partisipasi aktif warga sangat menentukan keberhasilan program pemerintah. Tanpa sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparatur negara, kebijakan pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran.

Pemilihan RT/RW dan Penataan Ruang

Terkait tata kelola wilayah, Munafri menyinggung kebijakan pemilihan RT/RW secara langsung yang akan berlangsung tahun ini. Langkah tersebut bertujuan agar pemimpin di tingkat terbawah benar-benar memahami karakter warganya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi “mata dan telinga” pemerintah dalam mendeteksi masalah di lapangan.

Di sisi lain, Wali Kota Makassar ini memberikan peringatan tegas mengenai penertiban bangunan liar di atas trotoar dan drainase. Ia menegaskan bahwa pemerintah membangun pedestrian menggunakan uang negara khusus untuk hak pejalan kaki, bukan untuk kepentingan pribadi atau komersial.

“Mencari nafkah adalah hak setiap warga, namun jangan sampai melanggar aturan. Bangunan di atas saluran air justru menyulitkan proses pembersihan dan memicu banjir saat musim hujan,” tegas politisi Golkar tersebut.

Oleh karena itu, ia meminta dukungan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Melalui koordinasi yang intens antara camat, lurah, hingga aparat keamanan, Munafri optimis berbagai persoalan wilayah di Biringkanaya dapat teratasi dengan cepat.


Comment