MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membatasi kegiatan open house pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 400.6/3245/SJ yang mengimbau seluruh instansi pemerintah mengurangi kegiatan seremonial.
Langkah tersebut menjadi bentuk empati nasional terhadap berbagai musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu, pemerintah pusat mendorong agar jajaran birokrasi mengalihkan anggaran seremonial kepada kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hanya Satu Hari di Balai Kota
Menindaklanjuti arahan pusat, Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa pelaksanaan silaturahmi lebaran tahun ini hanya akan berlangsung pada hari pertama Idulfitri. Padahal, sebelumnya pemerintah kota sempat merencanakan agenda ini berjalan selama dua hari.
“Kami sudah menerima edaran dari Kemendagri untuk mengurangi kegiatan open house. Oleh karena itu, kita harus patuh dan menyesuaikan jadwal,” ujar Munafri saat bersilaturahmi dengan awak media di Rujab Wali Kota, Kamis (19/3/2026).
Selanjutnya, pria yang akrab menyapa dengan nama Appi ini merincikan bahwa acara tersebut akan berpusat di Pelataran Kantor Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani. Durasi waktu pelaksanaan pun menjadi lebih singkat, yakni mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
Fokus pada Kepedulian Sosial
Menurut Munafri, pembatasan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas di tengah dinamika global dan stabilitas ekonomi nasional. Sebagai gantinya, pemerintah menganjurkan agar instansi lebih banyak melakukan aksi produktif seperti pemberian santunan kepada warga yang membutuhkan.
“Setelah salat Id, kami langsung menuju Balai Kota untuk menyapa masyarakat umum. Namun, kami tegaskan waktu hanya satu hari saja sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.
Meskipun durasinya terbatas, Wali Kota tetap mempersilakan seluruh jajaran perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat umum untuk hadir dalam kesempatan singkat tersebut. Ia berharap momentum lebaran tetap bermakna melalui silaturahmi yang khidmat meskipun tanpa perayaan yang berlebihan.
Akhirnya, ia mengimbau agar kebijakan ini menjadi perhatian bersama demi menjaga semangat pengabdian kepada bangsa dan negara di tengah suasana keprihatinan nasional. (*)
Comment