MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi kesehatan kaum perempuan. Bekerja sama dengan KORPRI Pusat, BBPOM Makassar menyelenggarakan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis kedua di Aula Baji Minasa, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif strategis untuk menekan angka kanker serviks di Indonesia. Sebanyak 380 peserta antusias mengikuti program ini guna mendapatkan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus HPV.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa kegiatan ini menindaklanjuti instruksi Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar. Menurutnya, Badan POM harus senantiasa hadir dan memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat luas.
“Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui vaksinasi ini,” ujar Yosef dalam sambutannya.
Selain memberikan suntikan vaksin, BBPOM juga fokus membangun pemahaman masyarakat bahwa kesehatan adalah investasi masa depan. Yosef menjelaskan bahwa infeksi HPV sebenarnya dapat dicegah jika perempuan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka.
Ia juga menjamin kualitas vaksin yang mereka gunakan dalam program tersebut. Pasalnya, semua vaksin HPV yang tersedia telah mengantongi izin edar resmi dari BPOM sehingga memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat yang ketat.
“Kami mengajak seluruh perempuan usia produktif untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Yosef.
Sementara itu, Yosef menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim KORPRI Pusat dan tenaga kesehatan yang membantu menyukseskan acara. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencapai target perlindungan kesehatan masyarakat yang maksimal.
Melalui momentum ini, BBPOM Makassar berharap kesadaran warga akan bahaya kanker serviks terus meningkat. Dengan demikian, risiko penyakit mematikan tersebut dapat berkurang secara signifikan di masa mendatang.
Comment