MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Lonjakan penonton konser musik di pelataran parkir Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada Kamis, 14 Mei 2026, memicu kemacetan parah di sepanjang Jalan Metro Tanjung Bunga. Menanggapi kondisi tersebut, Perumda Parkir Makassar Raya bergerak cepat dan menegaskan bakal mengambil tindakan hukum yang tegas. Pihak direksi berjanji akan menangkap para juru parkir (jukir) liar yang memanfaatkan momentum tersebut untuk meraup keuntungan pribadi.
Direktur Operasional Perumda Parkir Makassar, Andi Ryan Adrianto, mengakui bahwa membludaknya jumlah pengunjung membuat petugas di lapangan sempat kewalahan. Berdasarkan informasi yang ia terima, jumlah penonton yang hadir menembus angka 12 ribu orang, jauh melampaui prediksi awal pihak penyelenggara.
“Memang kami juga kaget melihat partisipasi masyarakat yang ingin menonton konser di pelataran parkiran TSM sangat banyak. Informasinya penonton lebih dari 12 ribu orang. Bahkan ada yang sempat pingsan karena kekurangan oksigen,” ujar Andi Ryan saat memberikan keterangan pers pada Jumat, 15 Mei 2026.
Fokus Atasi Macet dan Tertibkan Atribut
Oleh karena itu, petugas parkir langsung memprioritaskan upaya mengurai kepadatan kendaraan di tepi jalan protokol. Kendati demikian, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tetap nekat menggunakan badan jalan. Hal inilah yang kemudian memicu hambatan arus lalu lintas secara masif.
Selain faktor volume kendaraan, Andi Ryan juga menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan kantong parkir resmi. Padahal, manajemen TSM masih menyediakan ruang parkir yang cukup luas di dalam area gedung mall.
Selanjutnya, Andi Ryan mengungkapkan bahwa mayoritas penonton lebih memilih jalur instan. Mereka memarkir kendaraan di luar area mall meskipun harus membayar tarif mahal kepada jukir liar tanpa atribut resmi.
“Pihak Trans Mall bilang sebenarnya parkiran di dalam masih ada yang kosong. Namun, masyarakat kemungkinan tidak mau susah, sehingga memilih parkir di luar walaupun tarifnya mahal dan dikelola jukir liar,” jelasnya.
Sanksi Tegas untuk Event Organizer
Selama evaluasi lapangan, Perumda Parkir Makassar menemukan banyak oknum jukir yang beroperasi tanpa menggunakan ID card maupun rompi resmi. Oleh sebab itu, Andi Ryan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi lagi praktik ilegal tersebut pada masa mendatang.
“Kami menemukan banyak jukir liar tanpa atribut resmi. Ke depan kalau ada event dan kembali ditemukan jukir liar, kami akan melakukan penindakan dan penangkapan,” tegas Andi Ryan.
Baginya, insiden ini menjadi pelajaran terbesar selama ia menjabat sebagai Direktur Operasional. Akhirnya, ia mengimbau kepada seluruh Event Organizer (EO) di Kota Makassar agar lebih tertib dalam melakukan koordinasi sebelum menggelar acara skala besar.
Sesuai aturan yang berlaku, setiap penyelenggara acara wajib mengantongi rekomendasi resmi dari pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Perumda Parkir Makassar. Koordinasi matang ini sangat penting agar petugas dapat menyiapkan tata letak lahan parkir dan skenario lalu lintas secara maksimal sebelum acara dimulai.
Comment