Perang Kelompok Makin Rawan, Muchlis Misbah Minta Pemkot dan Tokoh Masyarakat Pakai Pendekatan Sosial

Muchlis Misbah

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Maraknya aksi perang kelompok dan geng motor yang melibatkan kalangan remaja menyita perhatian serius jajaran legislatif. Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A Misbah, secara terbuka mendorong pendekatan sosial untuk merangkul para remaja guna mencegah keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan yang meresahkan warga.

Politisi Partai Hanura itu menilai bahwa aparat tidak bisa meredam aksi kenakalan remaja hanya melalui tindakan hukum semata. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar, tokoh masyarakat, serta para orang tua wajib mengambil peran aktif membangun kesadaran anak muda agar mereka menolak segala bentuk kekerasan jalanan.

“Tokoh masyarakat memegang peran sangat penting untuk memberikan pendekatan langsung kepada anak-anak yang kerap terlibat perang kelompok,” kata Muchlis, Rabu (21/10).

Menurut Muchlis, peranan tokoh masyarakat di tingkat lokal sangat ampuh dalam mengawasi lingkungan. Selain itu, mereka dapat memberikan pembinaan secara intensif kepada remaja yang berpotensi melakukan aksi kriminalitas.

Selanjutnya, ia mendesak Pemkot Makassar dan warga agar bahu-membahu membantu jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing, terutama pada titik-titik lokasi rawan konflik.

“Tokoh masyarakat bersama pemerintah kota wajib mendampingi kepolisian. Minimal, warga menjaga wilayahnya masing-masing serta memantau daerah rawan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Meskipun mengedepankan pembinaan sosial, Muchlis tetap meminta aparat kepolisian mengintensifkan patroli malam. Ia menegaskan bahwa polisi harus memproses para pelaku kejahatan jalanan secara tegas dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kepolisian harus bertindak tegas demi menjamin keamanan warga Kota Makassar. Penanganan tidak boleh setengah-setengah, sebab pembiaran berlarut-larut justru mengancam keselamatan masyarakat luas,” tegasnya.

Pada akhirnya, Muchlis berharap sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga mampu mempersempit ruang gerak kelompok pembuat onar. Melalui kombinasi pendekatan sosial dan penegakan hukum yang presisi, seluruh warga Makassar dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tenang.


Comment