MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah progresif. Mereka membahas penguatan kualitas lingkungan hidup melalui skema inovatif bernama Kemitraan Kota Hijau.
Pertemuan strategis ini membedah berbagai tantangan ekologis perkotaan saat ini. Selain itu, pemerintah kota berupaya mencari solusi konkret guna memperluas serta merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Kota Makassar, Amanda Syahwaldi, memaparkan konsep tersebut secara mendalam. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, DLH menggandeng pihak swasta serta dunia usaha.
Skema Kemitraan Kota Hijau mewajibkan perusahaan swasta untuk aktif berkontribusi. Mereka menyalurkan dana serta program melalui Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Melalui dana tersebut, pemerintah mengarahkan fokus korporasi untuk membangun, menata, dan merawat kawasan hijau di berbagai titik strategis Kota Makassar.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Makassar, H. Meinsani Kecca, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai bahwa pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah harus melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kebijakan lingkungan tidak boleh sekadar menjadi dokumen program di atas kertas. Kita semua wajib memastikan program ini menghadirkan perubahan nyata bagi kenyamanan warga Kota Makassar,” tegas Meinsani.
Melalui sinergi erat ini, DPRD dan DLH optimistis target kota yang sehat, rindang, serta berkelanjutan dapat tercapai dalam waktu dekat. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat serta pelaku usaha untuk bahu-membahu menjaga kelestarian ekosistem perkotaan demi masa depan generasi mendatang.
Comment