Andi Mustaman : Pramuka Bentuk Karakter Positif Pemuda

Andi Mustaman

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Selamat hari Pramuka ke 56. Hari ini, tanggal 14 Agustus kita membuat barisan Praja Mura Karana alias Pramuka yang ke-56. Sesuai dengan tema perayaan Pramuka Indonesia yakni “Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa”. Tema ini menitikberatkan pesan pembentukan karakter kaum muda.

Hal ini disampaikan Tokoh pendidikan Sulsel, Andi Mustaman Minggu (14/8/2017). Kata dia, melalui gerakan pramuka, karakter pemuda bisa terbentuk. Proses pendidikan yang terjadi diluar sekolah dan keluarga bisa mengarahkan anak kearah yang lebih positif.

“Melalui gerakan pramuka, setiap orang dididik untuk disiplin dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Termasuk menjalankan dan menjaga amanah yang diberikan. Melalui pramuka kita mendidik anak bangsa,” jelas pria yang komitmen membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.

Menurutnya, Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah. Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pilar pendidikan kaum muda.

”Komitmen Gerakan Pramuka pengembangan karakter dan pendidikan sangat tinggi. Proses pendidikannya sangat menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur,” ujarnya.

“Pramuka merupakan wadah ntuk membentuk generasi bangsa yang siap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonedia dan Pancasila,” lanjut Aman sapaan Akrab Andi Mustaman.

Calon Wali Kota Makassar ini menambahkan, Pramuka membentuk generasi yang kreatif dan inovatif juga diharapkan mampu untuk membentuk generasi yang berkarakter. Generasi berkarakter merupakan generasi yang produktif, insklusif, dan menghargai keragaman budaya sekaligus menjadi warga dunia yang menghargai nilai-nilai universal.

“Menghadapi tantangan zaman kaum muda Indonesia akan mempunyai optimis yang tinggi. Menghadapi dinamika modern sebagai tantangan bukan hambatan, bahkan dijadikan sebagai peluang serta motivasi untuk berkreatifitas. Generasi muda Indonesia sebagai tunas tunas bangsa harus menjadi pelopor untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya. (*)


Comment