
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Memantapkan pilihan di Pilkada 2018 mendatang, Relawan Pemuda Garuda Celebes Pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 t terus membangun komunikasi dengan pasangan bakal calon gubernur Sulsel.
Kali ini, Ketua Relawan Pemuda Garuda Celebes, Ryan Latief disambangi bakal calon wakil Gubenur Sulsel, Aziz Qahar Mudzakkar (AQM) di Makassar, Rabu (1/10/2017).
“Kami baru saja bertemu dengan Aziz Qahar. Kami banyak diskusi mengenai masa depan SulSel dengan kita sebagai anak bangsa berdaulat di negeri sendiri,” jelas Ryan Latief.
Kata dia, program yang dipaparkan Aziz menyangkut ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Termasuk mendorong jiwa semangat interpreneurship anak muda di Sulsel, khususnya di daerah daerah terpencil.
“Hal ini sangat menarik untuk dijadikan salah satu bahan pertimbangan kami di Pilkada ini,” ujarnya.
Selain itu, masalah prestasi olahraga, kata Ryan, dirinya juga sampaikan ke AQM, jika terpilih sebagai pemenang Pilgub Sulsel nanti mampu memberikan intesif dan asuransi seumur hidup kepada atlit yang berprestasi di level nasional dan internasional.
“Disini AQM menjawab, memberikan intesif dan asuransi seumur hidup kepada atlit bukan hal yang sulit,” paparnya.
Tak sampai disitu, jelas Ryan, dirinya bersama Aziz juga membahas soal UMP Provinsi. “Saya selaku Ketua Serikat Buru Kimia Energi Pertambangan Provinsi SP KEP, harus tegas memperjuangkan nasib buruh kedepan. Terutama semakin maraknya buruh asing masuk ke Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi,” paparnya.

Sebelum bertemu dengan Aziz, Ryan Latief menegaskan, dirinya bersama ribuan simpatisan dan relawan Prabowo di Pilpres 2014 siap berseberangan dengan Partai Gerindra di Pilgub Sulsel.
“Kami dan seluruh simpatisan Prabowo di Sulsel sangat kecewa atas pilihan politik dengan bersatunya Partai Gerindra dan PDI Perjuangan di Pilgub Sulsel. Hal ini sudah sangat mencederai spirit perjuangan kami mengantarkan Prabowo menuju RI 2019 mendatang. Kami sangat kecewa tentunya,” ujarnya.
Ryan berharap, Prabowo Subianto tidak melakukan langkah blunder gol bunuh diri. Prabowo harus bersikap dan komitmen melihat arus bawah masyarakat dengan segera menarik SK dukungan tersebut.
“Kami sementara mengevalusi Balon Gubernur siapa yang layak kami dukung. Terkecuali pasangan dari calon PDI Perjuangan, itu sudah harga mati bagi kami tidak akan pilih dan mendukungnya, hal ini sudah masuk keranah pilihan dan prinsip
,” ujarnya. (*)
Comment