MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019, Universitas Pejuang Republik (UPRI) Makassar menerapkan sistem digital berbasis teknologi informasi.
Hal ini dilakukan guna mempermudah calon mahasiswa dalam menjalani proses pendaftaran di kampus.
“Sekarang ini zaman digital. Tentu harus kita manfaatkan untuk mempermudah calon mahasiswa. Misalnya dalam melakukan pendaftaran mahasiswa baru,” ujar Rektor UPRI Makassar, Dr Abdul Azis, kepada berita-sulsel.com, Selasa (13/03/2018).
Kata dia, tahun ini pihaknya menargetkan jumlah mahasiswa mencapai 1.500 hingga 2.000 orang. “Sekarang saja sudah ada beberapa calon mahasiswa yang mendaftar,” bebernya.
Azis juga mengatakan, bulan tiga ini (maret) pihaknya sudah gencar melakukan promosi dan publikasi kampus, baik dari alumni, maupun dari media sosial. Termasuk media cetak, online, dan elektronik.
“Jujur saja tanpa alumni dan media, perguruan tinggi tidak bisa berkembang. Apalagi mau menyebar luaskan informasi kampus. Insya Allah kedepannya UPRI semakin jaya,” harap dia.
Untuk mengefektifkan sistem IT, tambah dia, UPRI Makassar dibantu dengan lembaga Konsultan Pendidikan Tinggi (KPT), untuk bersinergi dalam penerimaan mahasiswa baru.
Apalagi, UPRI dan KPT sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Bogor pada 10 Maret 2018 lalu.
“Tujuan utama penandatangan MoU tersebut, agar terjadi sinergitas dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 antara UPRI dan KPT, sehingga kita dapat meningkatkan jumlah penerimaan maba tahun ini,” pungkasnya. (*)
Comment