Penderita DBD di Bone Meninggal

Penderita DBD di Bone Meninggal
Penderita DBD di Bone Meninggal

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Penderira Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bone meninggal dunia. Satu dari tiga penderita virus yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tak bisa tertolong. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone menyatakan kewalahan dengan membeludaknya jumlah pasien DBD.

Informasi yang dihimpun, tiga pasien korban gigitan nyamuk penyebab demam berdarah itu yakni Muh Rais (15), Asfarani (13), dan Rifki (11). Mereka pun tidak bersamaan masuk ke rumah sakit. Namun yang meninggal akibat penyakit ini adalah Rifki.

“Memang ada tiga orang penderita DBD, mereka masih bersaudara. Rifki masuk rumah sakit 21 Januari lalu, saat itu Asfarani keluar. Kemudian masih ada lagi kakaknya yang saat ini dirawat yakni Muh Rais,”ujar Kasubag Humas RSUD Tenriawaru, Ramly, SH kepada BERITA-SULSEL.COM.

Menurut Ramly, kondisi Rifki sewaktu tiba di rumah sakit sudah sangat parah. Trombositnya sudah sangat rendah dan hanya mencapai 60 ribu, sedangkan trombosit normal berkisar 150 ribu.

Sementara itu, ayah korban, Junaedi yang ditemui mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya berharap anaknya yang saat ini masih dirawat di RSUD Tenriawaru Watampone tidak mengalami nasib yang sama dengan Rifki. “Saya mau apa lagi, semua upaya telah kami tempuh dan inilah takdir,” ujarnya sambil menyeka air matanya.

Kasus DBD memang tengah merebak di Bone, tercatat hingga saat ini ada sekitar 30 orang pasien yang dirawat di RSUD Tenriawaru Watampone lantaran DBD.

Ramly,SH menjelaskan, sejak awal bulan Januari 2016 ini setidaknya ada 25 pasien yang dirawat di RSUD ini. Bahkan, pada Senin 25 Januari 2016 (hari ini-red) 1 pasien yang merupakan seorang anak berumur 11 tahun meninggal dunia akibat DBD.

Menurut Ramli, pasien tersebut umumnya berasal dari kelurahan dan desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Bone dan mayoritas anak-anak. Selain itu, jumlah warga yang terserang gejala DBD pada awal tahun ini paling banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekedar diketahui, Tiga anak dari pasangan H Junaedi dan Hj Maryam, merupakan warga Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Malangnya, dari ketiga anak tersebut, satu orang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone, Senin (25/1/2016) sekira pukul 11.30 wita. (Yus)

Baca Juga

Pengcab Judo Desak KONI Bone Gelar Rapat Anggota Tahunan

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bone Rendah

Ini Daftar Nama Calon Penantang Fahsar-Ambo Dalle di Pilkada Bone

Polres Bone Kembali Gelar Operasi Cipta Kondisi


Comment