Care International Indonesia Kampanyekan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa 1,7 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karena penyakit diare yang salah satu penyebabnya adalah kuman yang masuk ke tubuh melalui tangan.

Cuci tangan pakai sabun terlihat sepele, namun berkontribusi sangat besar untuk pencegahan penyakit karena dapat membunuh 80 persen kuman, sementara cuci tangan tanpa sabun hanya menghilangkan 10 persen kuman saja.

Sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan perilaku hidup bersih dan sehat, CARE Internasional Indonesia menggelar Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 17 Oktober 2018 di Taman Pakui Kota Makassar.

Kegiatan yang diramaikan ratusan peserta dari berbagai kalangan yaitu Kementerian Dalam Negeri RI, Bappeda Kota Makassar, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Kepala Sekolah, orang tua murid dan siswa sekolah dasar di Kota Makassar ini dimeriahkan dengan senam cuci tangan, pengumuman pemenang lomba video kreasi senam/tari cuci tangan antar SD, lomba masakan sehat oleh orang tua siswa, dan cuci tangan pakai sabun serentak.

Dalam sambutannya, Bappeda Kota Makassar yang diwakili Kepala bidang Sosial Budaya, Amri Akbar menyatakan bahwa Cuci Tangan Pakai Sabun atau CTPS adalah cara yang sederhana, mudah, murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit. Saat ini pemerintah Kota Makassar juga senantiasa memberikan perhatian pada aspek sanitasi di sekolah dalam bentuk program-program.

“Kami saat ini sedang menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran, dan sanitasi di sekolah menjadi salah satu bagiannya, untuk mendorong bertambahnya fasilitas yang layak di sekolah dan meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk sekolah akan pentingnya kesehatan dan kebersihan bagi para murid sekolah dasar,” ungkap Amri.

Bernandus Baiing dari Cargill mengungkapkan bahwa Cargill senantiasa mendukung upaya meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk anak-anak akan arti penting kebersihan dan kesehatan. Uupaya ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih bagi terciptanya generasi muda yang sehat dan cerdas di masa depan.

Sementara itu Senior Unit Project Manager Care International Indonesia, Satya Budi Utama menyampaikan bahwa hari cuci tangan ini adalah bagian dari Program Prosper yang dilaksanakan di 2 kota di Indonesia yaitu Makassar dan Serang yang telah memberikan beberapa kontribusi kepada masyarakat seperti terdapatnya fasilitasi sanitas WC, dan tempat cuci tangan di sekolah dasar, serta memfasilitasi peningkatan kapasitas bagi staf pemerintah dan warga sekolah.

Care International Indonesia dengan dukungan CARGILL saat ini tengah menjalankan program Promoting a Sustainable and Food Secure World (PROSPER) di Kota Makassar (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Serang (Banten).

Program PROSPER memberikan peningkatan kapasitas bagi pemerintah daerah dan pihak sekolah serta siswa dengan pengetahuan dan keterampilan tentang kebersihan dan kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan nutrisi dan perilaku hidup sehat dan bersih di sekolah dan sekitarnya.

Untuk penyediaan sarana sanitasi, Program PROSPER telah mendukung sekolah melalui pembangunan sarana sanitasi berupa WC, tempat cuci tangan, di 18 sekolah dasar di kota Makassar, yang telah dimanfaatkan oleh para siswa, guru, dan warga sekolah.


Comment