
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Walikota Makassar, DR Syamsu Rizal Mi menekankan, dalam menjalankan roda pemerintahan, dirinya selalu melibatkan banyak pihak, khususnya masyarakat secara umum. Menurutnya, kunci reformasi birokrasi yang saat ini digalakkan pihaknya keikutsertaan atau adanya partisipasi masyarakat.
“Masyarakat akan menjadi sosial kontrol dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka menjadi mitra kritis,” ujarnya dalam workshop on suistanable of Pemerintah kota Makassar dan OMS partnership yang digelar di hotel Swiss Berlin oleh GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH) bersama perusahaan Internasional Jerman saat membahas soal reformasi pemerintahan, Jumat (13/5/2016).
Menurut Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, sejak pemerintahan Ilham Arief Sirajuddin, pemerintah Kota Makassar telah menerapkan adanya sistem birokrasi reformasi, dimana elemen diluar pemerintahan dilibatkan dalam penentuan kebijakan dan program kerja pemerintah, serta adanya Ombudsman selaku pengawas.
“Reformasi birokrasi ini tertuang dalam visi misi pemerintahan dengan membuka ruang kepada semua elemen masyarakat sipil untuk ambil andil dalam berbagai program kerja,” ujarnya.
Tak hanya pada tataran partisipasi pelaksanaan program kerja, jelas Dengn Ical, keterlibatan NGO, juga terlihat pada penyusunan dan perencanaan program kerja, dan hal tersebut menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam mereformasi birokrasi dan pemerintahan.
“Hal ini yang harus dipahami bersama, menjadikan Lsm, ormas, dan elemen luar sebagai mitra, guna memaksimalkan sumber daya yang dimiliki, sehingga percepatan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih maksimal,” ujarnya. (rilis)
Baca Juga
Deng Ical Buka Pameran Fotografi Pelabuhan Paotere
Disperindag Makassar Brantas Penjualan Miras Tanpa Izin
Jelang Ramadhan, Walikota Makassar Minta Peredaran Miras Dihentikan
Comment