Danny ; Pendidikan Di Makassar Sudah On The Track

Madrasah Expo MDC Kemenag Sulsel di Hotel Sahid, Selasa (26/1/2016)
Madrasah Expo MDC Kemenag Sulsel di Hotel Sahid, Selasa (26/1/2016)

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dukungan pemerintah Australia terhadap pendidikan di Makassar, dan Sulawesi Selatan dinilai Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menunjukkan model pembinaan pendidikan yang dikembangkan selama ini telah berada di jalur yang tepat.

“Pendidikan kita sudah on the track,” tutur Danny saat memberikan sambutan pada Madrasah Expo MDC Kemenag Sulsel di Hotel Sahid, Selasa (26/1/2016).

Pemerintah Australia melalui lembaga Aus Aid memberikan dukungan terhadap pengembangan 123 madrasah di delapan kabupaten/kota di Sulsel diantaranya Makassar, Sinjai, Bone, Bulukumba, Wajo, dan Luwu dari 1.500 madrasah di Indonesia yang terjaring dalam program Aus Aid.

“Madrasah berperan penting dalam pendidikan di daerah – daerah yang sulit dijangkau. Australia merasa senang dengan kerja sama ini, bisa meningkatkan mutu manajemen dan pembelajaran di madrasah,” ungkap Staf Ahli Bidang Politik dan Kerja Sama Publik Kedutaan Besar Australia untuk RI, Bradley Amstrong.

Pameran yang berlangsung di Sahid merupakan Closing program fase 3 dari program bersama Australian Aid – SNIP MDC Kemenag Sulsel di 5 kabupaten/kota untuk peningkatan mutu pendidikan madrasah. Ada 15 stand peserta pameran yang berasal dari Makassar, Sinjai, Bone, Wajo, Luwu, dan lembaga mitra SNIP MDC Kemenag Sulsel.

Dari lima daerah peserta pameran diketahui ada 58 madrasah yang mendapatkan pendampingan untuk akreditasi, dan 50 untuk upgrading. Program pendampingan berlangsung selama 1 tahun 8 bulan yang ditujukan untuk membangun madrasah yang berkelanjutan dan inklusif.

Tiga dari delapan daerah pendampingan berhasil meraih status bebas akreditasi, yaitu Sinjai, Luwu, dan Selayar. Adapun Bulukumba telah bebas akreditasi sejak tahun lau.

Dr. Lu’mu Taris, Direktur SNIP MDC Kemenag Sulsel sebagai penanggungjawab ekspo menjelaskan, ada tiga program yang dijalankan oleh SNIP MDC (Madrasah Development Centre) Kemenag (Kementerian Agama) Sulsel, yaitu pendampingan akreditasi, legalitas identitas hukum, dan pelatihan.

“MDC Kemenag Sulsel satu – satunya di Indonesia yang berhasil meraih bebas akreditasi, dan memilki 3 program. Pada program fase ketiga ini, kita berhasil mengakreditasi 123 madrasah di 8 kabupaten/kota,” ungkap Dr. Lu’mu.

Program legalitas identitas hukum yang dijalankan berhasil menerbitkan akte kelahiran, dan surat nikah sebanyak 2.000 lembar di Bulukumba, Bone, Wajo, dan Jeneponto bagi 3004 warga Madrasah.

Program Pelatihan diberikan dengan 9 modul utama termasuk pendidikan inklusi dengan 20 mentor mendampingi 5 – 7 madrasah. Keberhasilan program diaudit oleh auditor internal yang berjumlah 8 orang yang berasal dari Kemenag Sulsel. Tugasnya mengaudit pelaporan dari kelompok pendamping.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyebutkan pola pendidikan di madrasah sangat tepat sebagai jawaban dari tuntutan zaman yang mengharuskan adanya keseimbangan antara akhlak dan pengetahuan.

Apalagi madrasah telah menyediakan fasilitas pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas. Danny juga memuji ekspo yang dihadirinya saat itu, sebagai pameran yang terorganisir dengan baik karena mampu menampilkan kultur lokal yang kuat lewat pementasan seni yang dibarengi dengan inovasi, networking, dan diperkuat dengan semangat, serta kekompakan.


Comment