
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Pameran Bone Fair 2016 yang dilaksanakan di area terminal Petta Ponggawae Palakka, Kabupaten Bone, Selasa malam (5/4/2016) ternyata sangat mengasyikan.
Masyarakat setempat dibuat tercengang dan tegang. Penyelenggara menyajikan tontonan yang tak biasa yakni tradisi budaya bugis Bone yakni Massalo Kawali (Main hadang dengan menggunakan badik) serta Kaleng Lipa (saling tikam didalam satu sarung).
Koordinator Aliansi Jurnalis Kreatif, Anwar Marjan mengatakan, pihanya hanya mencoba membangkitkan kembali tradisi budaya bugis Bone yang nyaris terlupakan. “Walau itu mengandung resiko yang sangat tinggi, Alhamdulillah kami mampu menghibur dan menyedot perhatian masyarakat,” jelasnya.
Anwar menambahkan, semua alat yang digunakan dalam permainan tradisi budaya bugis Bone adalah orsinil atau asli. Seperti badik yang digunakan untuk mengadang lawan serta permainan baku tikam dalam satu sarung. Sama sekali tak ada rekayasa. Hal ini didahului prosesi ritual agar tidak ada yang terluka.
“Kita bisa saksikan sendiri, ada pakaian yang terkoyak terkena sambaran ujung badik. Jadi, badik yang digunakan adalah badik asli bukan imitasi. Bahkan wajah penonton terlihat tegang menyaksikan permainan atraksi tersebut,”tambah Anwar. (Yus)
Baca Juga
Hari Jadi Bone Dirangkaikan dengan Mattompang Arajang
Petani Jagung di Bone Keluhkan Rendahnya Harga di Pasaran
Bupati Bone Pantau Langsung Pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Watampone
Comment