
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Petani jagung di Kabupaten Bone mengeluhkan rendahnya harga dipasaran. Hal ini diungkapkan Bupati Kabupaten Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi kepada Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaeman.
“Tahun 2016 ini, Bone berhasil meningkatkan produksi jagung mencapai 60 ribu hektar, padahal kami hanya ditarget 45 hektar,” ungkap Fashar saat menghadiri kegiatan panen raya jagung di Desa Benteng Tellue, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Senin, (4/4/2016).
Hanya saja, lanjut Fahsar, meski berhasil dalam panen kali ini, para petani jagung menemui kendala, yakni harga jagung yang tidak menentu di pasaran. Untuk itu, Bupati meminta Mentan agar memberikan solusi bagi petani, setidaknya harga mencapai Rp 3.000 perkilo.
Menanggapi hal tersebut, Mentan RI Andi Amran Sulaeman mengatakan, pihaknya menjamin bulog akan membeli hasil panen jagung masyarakat Rp 2.700 perkilogram. Menurutnya harga ini naik sebesar Rp 700 dibanding harga jual di pasaran saat ini.
“Bulog akan membeli jagung masyarakat Bone. Untuk padi, jagung, dan kedelai ini akan ada Pepresnya,” ungkap Amran.
Pada panen raya jagung ini, Mentan juga memberikan bantuan kepada para petani berupa Hand Tractor sebanyak 275 unit, Traktor besar roda 4 satu unit Pompa air 55 unit, alat tanam padi 36 unit dan Pemipil jagung dua unit. (*)
Baca Juga
Bupati Bone Pantau Langsung Pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Watampone
Comment