
BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Pasca diterjang angin puting beliung yang menghantam tiga desa di Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba 29 November kemarin, kini para korban mengungsi di rumah rumah tetangga dan keluarga.
Beberapa diantaranya terpaksa tidur di bawah tenda darurat yang di pasang oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba. Sebanyak 33 unit rumah yang diterjang angin puting di desa Topanda, 6 di antaranya rata dengan tanah.
Para pengungsi korban puting beliung yang sempat ditemui berita-sulsel.com, Selasa (1/12/2015), mengeluhkan tidak adanya bantuan medis yang stand by di lokasi. Sementara para korban banyak yang sakit, belum lagi anak-anak yang masih syok akibat kejadian itu. Anak-anak mudah sekali terkena penyakit apalagi dengan cuaca yang seperti ini, di tambah lagi mereka tidurnya dibawah tenda pengunsian.
“Banyak anak-anak yang sakit demam, tadi malam mereka datang ke tenda “posko medis” tapi tidak ada petugas kesehatan, bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun banyak yang sakit, kami sangat berharap pemerintah bisa memberikan perhatian dengan menyiapkan segala kebutuhan kami,” jelas, Iwan, salah satu korban angin puting beliung.
Hal yang sama diungkapkan Kasi Pemerintahan Desa Topanda Irham Lahiya. Menurutnya, para korban sangat butuh tim medis yang harus stand by di tenda yang telah disiapkan. ” Bukan hanya tim medis, peralatan dan obat-obatan pun harus ada, setiap malam ada saja anak yang demam, belum lagi orang dewasa yang kadang datang minta untuk diperiksakan kesehatannya pasca kejadian ini” ujanya kepada berita-sulsel.com.
Sebanyak 90 unit rumah dan satu unit tribun yang roboh diterjang angin puting beliung di tiga desa, di Desa Tanah Harapan total keseluruhan sebanyak 39 unit, Desa Topanda sebanyak 33 unit, dan di Desa Bontomanai 18 unit rumah dan satu tribun lapangan Bontomanai. (Heri).
Baca Juga
Angin Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Tiga Desa
KPU Bulukumba Minta Tambahan Anggaran
Comment