
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tahapan proses lelang kepala sekolah (kepsek) Makassar akan dilanjutkan dengan uji publik dan rekam jejak secara individu. Namun, yang paling membuat calon kepsek harap cemas yakni tahapan tes urine narkoba. Dimana setiap yang lolos dalam uji publik akan menjalani tes kesehatan.
Walikota Makassar Danny Pomanto menegaskan bahwa jika tes urine ditemukan adanya indikasi menggunakan narkoba atau positif, maka calon kepsek akan digugurkan. Hal itu, menurut Danny bahwa bertentangan dengan revolusi pendidikan.
Dalam tes kesehatan tersebut, Pemkot melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). “Kalau hasil tes urine positf narkoba maka saya langsung gugurkan,” tegas Danny Pomanto Senin (11/1/2016)
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar Ariati Puspasari Abadi menambahkan bahwa agenda tes urine dalam waktu dekat ini akan digelar.
Sebelumnya, Proses lelang kepsek diumumkan Walikota Makassar Danny Pomanto. Dari 961 calon kepsek yang ikut uji kompetensi, hanya 737 yang dinyatakan mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Sementara yang dinyatakan gugur atau gagal menuju kursi kepsek sebanyak 224 orang. Danny menuturkan, hasil tes tersebut fair sesuai dari tiga penilaian. Penilaian uji kompetensi dari Pusdiklat UNM, uji visi misi pansel dan uji integritas dari Inspektorat Makassar.
“Mereka yang mendapatkan rekomendasi berdasarkan penilaian yang diurutkan mulai dari hasil kompetensi Pusdiklat UNM. Kandidat yang tidak memenuhi grade 50 poin (SMA, SMK dan SMP) dan 40 poin (SD) langsung digugurkan,” ungkap Danny.
Danny Pomanto mengaku, Pemkot Makassar akan mengganggarkan uji kompetensi guru setiap tahunnya. Alasannya, kompetensi guru yang ada di kota ini cukup memprihatinkan. Di mana, grade 50 dan 40 poin jika dinaikkan, maka banyak kandidat yang gugur.
Comment