Apdesi Bone Disinyalir Korupsi ADD Melalui Pengadaan Alat Simdes

ilustrasi

Korupsi-dana-Desa-640x330
Apdesi Bone Disinyalir Korupsi ADD Melalui Pengadaan Alat Simdes

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Guna mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan, Pemerintah daerah Kabupaten Bone melalui Assosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) menganggarkan pengadaan elektronik bagi kepala desa. Anggaran yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp30 juta untuk membeli Ipad, modem, dan satu unit printer.

Informasi yang dihimpun, Rp36 miliar lebih ADD tahun 2015 diperuntukkan kepada semua desa di Kabupaten Bone. Namun, dalam proses pengadaannya ada dugaan kalau penyalahgunaan anggaran. Dimana Laptop serta Ipad bertujuan mendukung Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar lebih.

Setiap desa dipatok pembayaran sebesar Rp 30 juta. Pasalnya, pengadaan perangkat keras dan lunak IT ini diduga tak sesuai petunjuk teknis (Juknis) lantaran dilaksanakan pihak ke tiga dalam hal ini Apdesi, bukan Pemerintah desa (Pemdes).

Ketua Apdesi Bone, Sri Rahayu Usmi yang dikonfirmasi melalui pesan black berry Minggu, (10/1/2016) lalu tak memberikan jawaban kepada berita-sulsel.com. ” Nanti saya balik saya jelaskan,” ujarnya Sri.

Sementara itu, Pemerhati Desa di Bone, Mawardi Hermawan mengatakan, jika pengadaan Laptop merk Lenovo, bagi kades bukan domain Apdesi tetapi Pemdes. Hal ini berujuk pada UU Desa Nomor 6 tahun 2014 pasal 86 ayat 1 yang menyebutkan Simdes dikembangkan pemerintah bukan Apdesi.

“Pengadaan alat elektronik ini memang diatur dalam undang-undang desa. Namun, pengadaan itu hanya 1 laptop merek merek Lenovo, Ipad Samsung, Modem, dan Printer yang harganya mencapai Rp 30 juta. Ini pemborosan namanya. Harganya sangat fantastis apalagi sebagian desa belum masuk jaringan internet. Selain itu, Pemdes seharusnya melaksanakan hal itu, bukan Apdesi,” ungkap Mawardi.

Terpisah, Kabag Humas dan Infokom Pemkab Bone, A.Promal Pawi mengklaim jika pencairan dana desa baru sebagian yang menerima.

“Sementara ini tinggal dua desa yang belum menerima atau dicairkan dananya, selebihnya sudah. Desa yang belum dicairkan dananya sudah siap,”ujarnya.

Mantan Cawabup Bone ini menambahkan, penerima ADD terbesar adalah Desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattinge, Rp 312.060.000 juta. Sementara desa yang penerima paling rendah adalah Desa Cakkeware, Kecamatan Cendana senilai Rp 251.508.000 juta. (Yus)

Baca Juga

Pengadaan Simdes di Bone Dimark Up

98 PNS di Bone Terancam Dipensiunkan

DKP Bone Cuma Bisa Umbar Janji Tangani Maraknya Bom Ikan

Gunakan Uang Rakyat, Bupati Bone Boyong Pejabatnya Liburan ke Bali

Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone Masuk KKS


Comment