
BERITA-SULSEL.COM – Alhamdulillah, perhelatan kongres II Ikatan Guru Indonesia (IGI) tuntas dan sukses, seluruh agenda terselenggara dan berjalan dengan baik, seluruh peserta memberikan apreseasi dan kehadiran Mendikbud Anies Baswedan menutup kegiatan tersebut di Saoraja Ballroom Wisma Kalla Makassar menyempurnakan kongres ini.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Terpilih Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia Periode 2016-2021, Muhammad Ramli Rahim melalui rilisnya, Selasa (2/2/2016). Kata dia, kongres II IGI telah memperkenalkan banyak hal baru dalam berorganisasi. “Meskipun IGI yang selama ini dikenal berkonsentrasi penuh pada upaya peningkatan mutu guru kini ibarat Organisasi moderen yang menampilkan sesuatu yang tidak biasa,” ujarnya.
Hal pertama yang dihadirkan, jelas Ramli, IGI memperkenalkan Kongres Virtual dimana kongres dilaksanakan sebulan penuh melalui media whattsapp, peseta sidang dibagi dalam lima komisi masing-masing komisi ketua umum, komisi AD/ART, Komisi Program Kerja, Komisi, Komisi Tuan Rumah Kongres III dan Komisi Rekomendasi dan Kode Etik.
“Sidang Virtual telah mempermudah urusan kami karena seluruh kesepakatan tuntas di sidang virtual dan sidang Makassar tinggal mengetuk palu karena semua peserta telah menerima dan sepakat dengan isi hasil sidang virtual tersebut,” ujarnya.
Kedua, tambah Ramli, IGI memperkenalkan Guru Saudara, guru saudara adalah sebuah harapan akan terjalinnya hubungan persaudaraan antara guru-guru di Makassar sebagai tuan rumah dengan guru-guru peserta Kongres IGI dari seluruh tanah air sehingga diharapakan terjalin tenun kebangsaan yang jauh lebih erat sesama guru se tanah air.
“Alhamdulilah, ide besar bermodal optimisme kemudian mengantarkan kami mewujudkannya, 657 orang peserta kongres II IGI menginap di rumah guru saudaranya mulai jumat malam hingga minggu malam dan insya Allah akan memberi dampak positif buat keduanya. IGI telah memulai tradisi baru mempersaudarakan Guru merajut tenun kebangsaan,”paparnya.
Ketiga, tegas Rambli, IGI memperkenalkan Gerakan Bayar Balik. IGI berupaya menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk mengingat kembali masa lalunya kemudian melakukan sesuatu bagi sekolah yang telah membuatnya sukses kini. Melakukan sesuatu karena masa lalu untuk masa mendatang yang lebih cerah dalam bentuk Gerakan Bayar Balik.
“Kita ingin mendorong semua orang sukses di negeri ini untuk kembali ke sekolahnya dan kami sudah memulai dengan mengajak para Pimpinan Daerah untuk menjadi hulu dari Gerakan Bayar Balik ini. Kita berharap para pimpinan daerah menjadi penggerak awal lahirnya gerakan besar untuk membuat semua orang tersadar bahwa mereka punya utang masa lalu yang wajib dibayarkan kembali untuk masa depan yang lebih baik,” terangnya.
Disini, kata Ramli, IGI sharing and Growing Together dengan membuktikan diri sebagai pusatnya guru berbagi dan saling menumbuhan, hal ini dilakukan, salah satunya dalam simposium guru nasional sebagai rangkaian dari acara Kongres II IGI, 40 guru berbagi best practise dengan ribuan guru lainnya tentang bagaimana menangani siswa bermasalah, bagaiman merubah mereka menjadi lebih baik dan bagaimana menampilkan pengajaran menarik dan bagaimana guru menjadi menyenangkan
“Hal kelima yakni Garuda Miles, yaitu IGI menjadi organisasi pendidikan pertama di Indonesia yang mendapat kesempatan mendapatan tiket pesawat Garuda secara Gratis, meski tak semua peserta terbang Gratis namun 128 guru Indonesi telah menikmati anugerah menjadi anggota IGI tersebut. Tiket Garuda Miles ini terwujud atas kerjasama Garuda Indonesia, Kemendikbud dan Ikatan Guru Indonesia dan merupakan sumbangan dari masyarakat yang menggunakan Garuda Indonesia,”paparnya.
“Curhat langsung ke Mendikbud. Kebahagiaan apa yang mengalahkan kebahagiaan guru bertemu bahkan bisa curhat dengan menterinya?
Itulah yang terwujud dalam Kongres IGI kali ini, berbeda dengan organisasi lain yang selalu meminta Menterinya berbicara banyak, IGI justru memberikan kesempatan kepada guru-guru anggotanya untuk banyak berbicara dan menterinya mendengar,”tambahnya.
Menurutnya, tak hanya satu atau dua orang guru yg bisa curhat tapi puluhan guru bisa curhat langsung dengan menterinya agar menteri nantinya mengambil kebijakan tepat dalam pendidikan di Indonesia tak hanya mendengar laporan dari anak buahnya tapi langsung dari gurunya.
Disini IGI memperkenalkan soft regeneration. Dalam proses pergantian kepengurusan IGI, meakipun melalui proses yang sangat alot dengan beberapa tahapan musyawarah dan diawali dengan rapat khusus pembina dan pendiri, mempertemukan kandidat agar mencapai kata mufakat, mempaparkan visi dan misi, lalu mempertemukan kembali, lalu mengguring ke sidang khusus ketua wilayah dan perwakilan cabang.
“Salah satu dari kandidat menyatakan mundur dan akhirnya Muhammad Ramli Rahim ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia. Sebuah prosea suksesi yang jauh dari pertentangan dan perpecahan tapi tetap dinamis dengan munculnya beberapa calon dan proses yang panjang,” paparnya.
“Terima kasih atas bantuan berbagai pihak, Kalla Group bersama SIA Athirah yang telah memfasilitasi gedung, bus dan segala kelengkapannya, Ibu Fatimah Kalla, Kanda Syamril, Kanda Edi Sutarto dan seluruh jajajarannya, Terima kasih pula kepada Samsung dan Eduspec Indonesia, terima kasih juga kepada kanda DR Andi Rusdi, Kepala LPPPTK KPTK Gowa,” tambahnya.
Melalui kongres ini, 25 pimpinan daerah telah dikukuhkan sebagai Duta Gerakan Balar Balik oleh Mendikbud Anies Baswedan di Saoraja Ball Room, Minggu, 31 Januari 2016. Mereka yang dikukuhkan adalah :
1. Dr. Drs. BENHUR TOMI MANO, MM Walikota Jaya Pura
2. H. YAYAT T. SOEMITRA, Wakil Walikota Bandung Barat
3. Ir. Hj. DWINA CANDRAASIH, M.Sc, Ibu Wakil Walikota Bandung Barat
4. YULIANTO, SE, MM, Walikota Salatiga
5. Drs. H. RAMLAN BADAWI, MH Bupati Mamasa
6.Drs. PERDIE, MA, Bupati Murung Raya
7. dr. H. BASO RAHMANUDDIN, MM, M. Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo
8. DR. H. BURHANUDDIN BAHARUDDIN, SE.AK, M.Si, Bupati Takalar
9. H. MUSLIMIN BANDO, M.Pd, Bupati Enrekang
10. JUMURDIN, S.Pd, M.Pd, Kadis Pendidikan Enrekang
11. Drh. JUNWAR, Kadis Peternakan Enrekang
12. Ir. ARSIL BAGENDA, Kadis Pertanian dan Perkebunan Enrekang
13. Dr. AYUB TITU EKI, MS, Ph.D, Bupati Kupang
14. Ir. H. MUH. HATTA RAHMAN, MM Bupati Maros
15. DR. Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel
16. Ir. H. MOH. RAMDHAN POMANTO Walikota Makassar
17. Dr H.M Riban Satia.S.Sos .M.Si. Walikota Palangkaraya
18.. Dr. Ir. H. RACHMADI KURDI, M.Si, Kadi Kesehatan Kalimantan Selatan
19. RUSDA MAHMUD Bupati Kolaka Utara
20 dr. MARWAN AHMAD GANOKO Sp.Pk, Kadis Kesehatan Enrekang
21. Dr.TGH.M.ZAiNUL MAJDI, Gubernur NTB
Baca Juga
Ini Penjelasan Ketua IGI Sulsel Terkait Guru Saudara
Comment