
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mempertajam visi pemerintahannya dalam acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2017 yang berlangsung di Sandeq Room, Grand Clarion Hotel, Kamis, (10/3/2016).
Musrenbang dihadiri, Sekkot Makassar, Ibrahim Saleh, Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Kaban (Kepala Badan) lingkup Pemkot (Pemerintah kota) Makassar, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), anggota DPRD Makassar dan Sulsel, akademisi, tokoh masyarakat, serta Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sulsel.
Danny menyampaikan, ada tiga kata kunci dalam visi kota Makassar yang dijabarkan ke dalam program pemerintahannya, “Kota dunia, nyaman, dan untuk semua,” ungkap Danny.
Kota Dunia menurutnya tidak mesti identik dengan gedung menjulang tinggi, tidak harus berpenduduk di atas 1 juta jiwa, dan aktifitas warganya tidak mutlak berlangsung hingga 24 jam.
Ekspresi kota dunia terletak pada pelayanan publik, bagaimana warga yang bermukim didalamnya merasa aman, dan nyaman saat beraktifitas di dalam maupun di luar rumah.
Ukurannya cukup sederhana, warga kota dapat mengakses kebutuhannya dalam radius 2 km. Olehnya itu, Danny mengarahkan tata ruang Makassar mengacu pada compact city atau pola menyebar.
“Fasilitas publik dibangun tersebar, tidak berpusat pada satu titik. Hal ini memudahkan warga dalam mengakses fasilitas publik, dan memenuhi kebutuhan atau keperluan hidupnya,” papar Danny.
Tahun ini fokus pembangunan Makassar berada pada infrastruktur, transportasi, dan penghijauan dengan melakukan penataan pedistrian, pembenahan sistem persampahan, dan mengucurkan dana hampir Rp 2 milyar per kelurahan.
Pembenahan sistem persampahan dilakukan dengan membangun TPA Bintang, dan kucuran dana ke kelurahan dilakukan untuk membuat short cut atau tol road dengan mendekatkan anggaran ke masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah mulai walaupun belum utuh Rp 2 milyar. Kebijakan ini, memungkinkan pemerintah untuk merespon cepat kebutuhan masyarakat,” pungkas Danny.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Makassar, Syahrir Sappaile menyampaikan perencanaan pembangunan di Makassar dilakukan dengan pendekatan politik, teknokratif, partisipatif, botton up, dan top down.
Musrenbang digelar sebagai forum yang mempertemukan antar pemangku kepentingan untuk merumuskan perencanaan pembangunan daerah.
Comment