
PINRANG, BERITA-SULSEL.COM – Semangat belajar siswi SMA Negeri 11 Unggulan Pinrang, Inayah Hambali patut mendapat acungan jempol. Pasalnya, dengan kondisi tangan terinfus ia tetap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan di sekolahnya, Rabu, (06/04/2016).
Inayah mengikuti UNBK dengan mengujikan pelajaran Matematika yang berlangsung di ruang Laboratorium Sekolah itu. Inayah mengaku tetap semangat mengikuti UNBK bersama rekan sekelas meski tangan dililit dengan infus.
“Infus yang ada ditangan tidak menganggu saya dalam mengerjakan soal yang muncul di layar monitor komputer,” kata Inayah usai mengikuti UNBK.
Inayah dilarikan ke rumah sakit Lasinrang Pinrang setelah mengalami demam yang tinggi. Siswa Kelas 12 IPA 2 tersebut mengatakan, untuk persiapan mengikuti UNBK ke keesokan harinya, dirinya tetap belajar diruang perawatan rumah Sakit Lasinrang Pinrang. “Saya belajar di bangsal rumah sakit,”paparnya.
Inayah mengaku, sebelumnya sempat melepas infus yang ditangannya saat hendak mengikuti UNBK pada hari kedua, namun sakitnya semakin menjadi, sehingga masuk ke sekolah dengan tangan yang diinfus .
Hambali, orang tua Inayah mengaku mendukung tekad yang dimiliki oleh putrinya dalam mengikuti Ujian Nasional. “Ini demi masa depannya (Inayah),” paparnya.
Kata dia, saat Inayah menginap di Asrama sekolahnya, malamnya putrinya mengabarkan kondisi yang kurang mendukung untuk mengikuti UNBK ke esokan harinya. “Saat itu saya jemput di asrama dan melarikan ke rumah sakit Lasinrang Pinrang,” terangnya.
Hambali juga berharap putrinya mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengikuti Ujian nasional. “Tentunya kami berharap yang terbaik bagi Inayah,”paparnya.
Wakil Kepala SMA Negeri 11 Unggulan Pinrang Bidang Kesiswaan dan Asrama, Syaifuddin Muhiddin mengaku bangga dengan semangat belajar yang dimiliki siswi binaanya. “Ini patut dibanggakan, dengan kondisi apapun dia tetap bertekad mengikuti UNBK,” terangnya.
Kehadiran siswi itu, kata dia, atas kemauannya sendiri dan orang tua yang mendukungnya. “Pihak sekolah sama sekali tidak memaksakan untuk hadir mengikuti UNBK dengan mempertimbangkan Kondisinya. Namun, karena kemauan yang keras, sehingga siswi itu hadir untuk mengikuti ujian,” paparnya.(rdi)
Baca Juga
Pemkab Pinrang Sosialisasikan Izin Usaha Pertambangan
Peserta UN di Pinrang Terkendala Jaringan Peserta UNBK Gunakan Modem
Comment