
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Sulawesi Selatan, Ryan Latif mengingatkan semua pihak, khususnya kepolisian dan pihak UMI agar tidak bermain apa lagi mencoba menghilangkan kasus meninggalnya Rezky Eviena Syamsul (22) mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Rezky Eviena Syamsul Meninggal setelah mengengikuti pengkaderan Tim Bantuan Medis (TBM) 110 di Dusun Pao, Desa Tombolo Kabupaten Gowa beberapa pekan lalu.
Bahkan diketahui Ditreskrimum Polda Sulsel telah memeriksa sebanyak 30 saksi diantaranya Panitia pelaksana, Ketua panitia, Sekretaris, keluarga korban, maupun warga sekitar. Namun saat ini pihak Polda menghentikan sementara pemeriksaan terkait meninggalnya Rezky dengan alasan akan dilakukan olah TKP kembali yang dilakukan Polda Sulsel bersama Polres Gowa.
Kata Ryan Latif, jika kasus tersebut dihentikan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Sulselbar, semua masyarakat tidak percaya lagi terhadap kepolisian. Pasalnya, kasus ini telah menjadi issu Nasional.
”kita harus pertanyakan apa alasan Polda menghentikan sementara kasus ini, padahal didalamnya ada tindak pidana persoalan tewasnya salah satu mahasiswi Kedokteran UMI,” ujarnya, Senin (13/6/2016)
Ryan berharap kasus dialami Rezky Eviena Syamsul harus diselesaikan sampai menemukan pelakunya, meski keluarga korban telah mencabut laporannya.”Ini tak boleh dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Saat ini Lira Sulsel siap memberikan bantuan hukum terhadap keluarga korban jika kasus ini tak sampai di meja hijau. Bahkan Lira akan melaporkan hal tersebut ke Mabes Polri jika Polda menghentikan kasus tersebut. (*)
Baca Juga
Gubernur LIRA Sulsel Minta Pemda Lutim Tolak Layanan BPJS
Kawal Pembunuhan Mahasiswa FK UMI, LIRA Sulsel Bentuk Tim Hukum
Gubernur LIRA Dukung Polda Sulsel Ungkap Pembunuhan Mahasiswa UMI
Comment