Kajari Bone Menampik Tudingan Dirinya Kasar dan Arogan

Kajari Bone Menampik Tudingan Dirinya Kasar dan Arogan
Kajari Bone Menampik Tudingan Dirinya Kasar dan Arogan

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Tidak terima dengan perlakuan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Watampone, tiga orang perwakilan dari Rumah Advokasi Rakyat Bone melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Watampone, Rabu (13/7/16), sekitar pukul 11.30 Wita.

Selaku orator, Fadhyl, dengan tegas meminta Kajari untuk meminta maaf secara pribadi dan kelembagaan karena telah mengeluarkan ucapan kasar dan telah bertindak arogan.

“Saat kami menemui Kajari untuk mempertanyakan kasus kerabat kami, ada ucapan kata kasar, bentakan bahkan mengusir kami dari ruangan karena mengira kami merekam pembicaraannya,” ungkap Fadhyl.

Menurut Fadhly, sikap Kajari ini sangat bertentangan dengan adat bugis yang sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kesantunan bermasyarakat.

Selain menuntut permintaan maaf, ketiga demonstran ini juga meminta pada pihak Kejaksaan Agung untuk memindah tugaskan Kajari Bone ke daerah lain karena dianggap tak lagi mampu memposisikan diri sebagai pemimpin yang santun dan beretika.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri, Natsir Hamzah, menjelaskan bahwa apa yang menjadi tuntutan Fadhyl itu tidak berdasar sama sekali.

“Saya bukannya tidak mau minta maaf, tapi harus jelas dulu meminta maaf terkait apa,” ujar Natsir, saat konferensi pers diruangannya.

Natsir mengaku memang didatang oleh Fadhyl sehari sebelumnya untuk mempertanyakan kasus tanah kerabatnya. Fadhyl meminta kasus tersebut segera ditangani oleh kejaksaan karena sudah setahun dan belum ada kejelasan.

“Dia minta kasusnya dipidanakan, sementara bukti otentik tidak ada, bagaimana kalau nantinya kasus itu bukan penyerobotan, kan yang salah kejaksaan,” jelas Natsir.

Terkait ucapan kasar yang dituduhkan Fadhyl, Kajari menampik hal tersebut dan mengatakan kalau perlakuannya kemarin karena sikap Fadhyl yang kurang sopan.

“Saat lagi berbicara, dia utak atik handphone, mungkin merekam pembicaraan saya.
Kalau saya tempramen tidak mungkin saya terima mereka baik-baik diruangan saya. Saya suruh mereka keluar karena mereka sudah bertindak kurang sopan, dan saya punya hak untuk itu,” lanjut Natsir.

Diberi ultimatum agar segera meminta maaf dalam waktu 24 jam, Natsir hanya tersenyum dan menyikapi santai ancaman tersebut.

“Kalau memang saya harus pindah ya tidak apa-apa, saya malah senang karena sudah lama juga tugas disini. Persoalan minta maaf itu gampang, tapi jelaskan dulu atas dasar apa saya harus meminta maaf,” ujarnya. (eka)

Baca Juga

Bupati Bone Minta Laporan Kehadiran PNS Pasca Libur Lebaran

Cegah Over Muatan, Pelabuhan Bajoe Perketat Pemeriksaan Penumpang

Tim Sidak Pemkab Bone Temukan 152 PNS Absen


Comment