
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Kota Makassar kembali meraih Piala Adipura. Jika tahun lalu, 2015, Makassar berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan maka, tahun ini Makassar berhasil meraih Piala Adipura Kirana karena berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada perdagangan, pariwisata, investasi, dan lingkungan hidup.
Wali Kota Makassar dijadwalkan akan menjemput langsung Piala Adipura di Kabupaten Siak, Riau pada Jumat 22 Juli mendatang dan memboyongnya ke Makassar sehari kemudian atau Sabtu 23 Juli.
Menurut Asisten I Pemkot Makassar, Sabri, Piala Adipura Kirana akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu siang dan langsung diarak menuju TPA Tamangapa.
“Rutenya melewati Jalan Poros Makassar – Maros menuju Perintis Kemerdekaan hingga Urip Sumihardjo lalu berbelok ke Andi Pangerang Petta Rani bergerak ke Letjend Hertasning lanjut ke Aroepala dan berbelok ke Antang kemudian berakhir di TPA Tamangapa,” terang Sabri, Rabu (20/7/2016).
Di TPA Tamangapa, Danny bersama seluruh SKPD, camat, lurah, RT/RW, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat akan melakukan sujud syukur sebagai tanda syukur atas anugerah Adipura Kirana yang berhasil diraih Makassar tahun ini.
“Kita patut bersyukur, seluruh kerja keras petugas kebersihan, jajaran pemerintahan dari lurah hingga SKPD, RT/RW, dan dukungan seluruh warga kota, Makassar dua tahun berturut – turut kembali meraih Adipura,” ungkap Danny.
Ada sejumlah indikator yang menjadi penilaian kesuksesan Makassar meraih Piala Adipura Kirana diantaranya keberhasilan pemerintahan Danny Pomanto bersama jajarannya membenahi TPA Tamangapa, pengelolaan sampah melalui bank sampah di tiap kecamatan ataupun kelurahan termasuk bank sampah induk, sistem penjemputan sampah, dan kantongnisasi sampah.
Sistem penilaian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, jika tahun lalu seluruh kota yang mendapatkan undangan presentasi dan wawancara dipastikan meraih piala Adipura, maka tahun ini ada sekitar 10 kota yang gugur pada sesi itu.
Danny menambahkan, Adipura Kirana yang diraih tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh warga kota untuk membiasakan hidup bersih, memiliki tanggung jawab sosial sebagai warga kota untuk selalu mencintai kotanya dengan menjaga kebersihan dan membudayakan hidup bersih di lingkungannya.
Program seperti MTR (Makassar Ta Tidak Rantasa) dan Longgar (Lorong Garden) harus tetap berjalan hingga hidup bersih, cinta pada lingkungan menjadi karakter warga kota Makassar.
Comment