Laporan: Raodah
Marcom UMKM Marketing & Inovation Centre
Dari Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Korban investasi bodong yang sedang marak di tanah air adalah sebagian besar pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah), mereka mampu memperdaya pelaku UKM dengan skema investasi yang mengiurkan untuk cepat balik modal.
Hal ini diungkapkan Kepala Regional 6 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulampua, Bambang Kiswono saat membuka kegiatan literasi keuangan kepada pelaku UKM dengan tema “Uang Aman Hidup Nyaman”, Kamis 21 Juli 2016 di ruang pertemuan Kantor Regional 6 OJK Jalan Sultan Hasanuddin no 3-5 Makassar.
Acara yang diinisiasi bersama UMKM Marketing dan Innovation Centre ini menghadirkan berbagai ketua Asosiasi UKM dan Komunitas yang konsen terhadap perkembangan UKM. Beberapa perwakilan yang hadir seperti Ir.Syarifuddin Arief,MM mewakili IMA Chapter Makassar, Bahrul Ulum (Makassar Preneur), Waqas Mahmud (Asosiasi Rumput Laut Indonesia), Jonathan Leman (Boom Community), kelompok Coach Bisnis dan trainer UKM, Perwakilan Asosiasi UKM Mutiara Timur, dan beberapa lagi pelaku UKM dari berbagai jenis usaha.
Baca Juga
Pacu Kreativitas Pengusaha, Dinas Koperasi dan UMKM Makassar Gelar Lomba Antar Lorong
Dinas Koperasi Polman Bahas Strategi Pengembangan UMKM Hadapi MEA
57 Pelaku UMKM Dapat Bantuan
Dr.A.M.Nur Bau Massepe,MM selaku founder UMKM MIC mengatakan, edukasi ini sangat penting bagi pelaku UKM agar tidak mudah terjebak dengan tawaran produk-produk investasi, karena bisa saja itu hanya modus penipuan belaka. Nur Bau Massepe bilang, sediakan waktu untuk mempelajari perusahaannya, instrument investasi yang digunakan, aspek legalitasnya, kalau Anda merasa ragu dan tidak paham sama sekali maka jangan ikuti.
Deputi Direktur Manajemen Startegis, EPK, dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Regional 6 Sulampua, Ahmad Murad mengatakan, saat ini pemerintah pusat sangat konsen dengan membentu satgas waspada investasi bodong dengan melibatkan 6 instansi terkait seperti Kejaksaan, Kepolisian, Kementerian perdagangan, Kementerian komunikasi dan informatika, kementerian koperasi dan UKM serta Badan Koordinasi Penanaman Modal yang implementasinya akan dilaksanakan di setiap daerah/kota.
Ahmad Murad memaparkan, ciri-ciri dari investasi bodong yang harus diperhatikan oleh masyarakat, penggunaan skema pozi dan sistem member-get-member adalah dua hal yang jadi sistem dalam mengoperasikan modus tersebut. Selain itu untuk meyakinkan modus ini mereka biasanya menggunakan tokoh atau public figur sebagai iklan dan membuat manipulasi dokumen seola-olah itu sudah legal tetapi bila dicek itu hanya pemalsuan belaka. (*)
Comment