
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Bergulirnya kasus penipuan yang melibatkan oknum Satpol PP, Irsan bin Jahidin, yang berbuntut pada sidang Pra Peradilan karena dugaan kesalahan prosedur saat proses penangkapan, makin menguak banyak cerita.
Selain cerita pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi saat penangkapan Irsan, juga dugaan adanya sejumlah uang yang diminta oleh pihak penyidik untuk bisa membebaskan Irsan dari jerat hukum.
Ayah Irsan, Jahidin, mengaku sangat kesal dengan tindakan arogansi petugas yang memperlakukan Irsan layaknya buronan kelas kakap yang dipukuli dan dipaksa untuk mengakui perbuatannya.
“Waktu melihat kondisi anak saya yang lebam karena dipukuli, disitu saya merasa kesal karena anak saya seperti buronan saja, kenapa polisi tidak datang kerumah saya dan menanyakan Irsan” kesal Jahidin.
Foto luka memar dan lebam ditubuh Irsan rencananya akan diperlihatkan dalam persidangan Jumat (4/11/16) besok. Selain itu, Jahidin juga mengungkapkan kalau Irsan dimintai uang sebesar Rp 100 juta oleh penyidik kepolisian Polres Bone.
“Itu penyidiknya bilang sama Irsan, kalau ada uangmu 75 juta sampai 100 juta, selesai ini kasus” ungkap Jahidin.
Uang itu diakui ayah Irsan adalah untuk penyidik, bukan untuk melunasi utang Irsan pada pelapor, karena sisa utang Irsan hanya sekitar Rp 62 juta setelah membayar Rp 20 juta dari total utang Rp 82 juta.
Pihak pengacara Irsan, Muh Fajrin dan Ilham Hasanuddin juga sudah mengetahui tentang permintaan uang oleh pihak penyidik tersebut.
“Itu nanti akan kami ungkap semua dalam persidangan, karena Irsan dan ayahnya akan kami hadirkan sebagai saksi” singkat Ilham.
Baca Juga
Pengacara Oknum Satpol PP Tantang Kapolres Bone Buktikan Kliennya Polisi Gadungan
Dituntut Rp1 Milyar Oleh Oknum Satpol PP, Kapolres Bone Jawab Begini
Diduga Salah Prosedur, Oknum Satpol PP Tuntut Kapolres Bone Rp1 Milyar Lewat Pra Peradilan
Terkait permintaan uang oleh penyidik, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, pun angkat bicara sebagai pihak yang dikuasakan oleh Kapolres Bone, AKBP Raspani, untuk mengikuti sidang Pra Peradilan.
“Saya tidak tahu menahu kalau soal penyidik yang minta uang sama Irsan, dan saya juga tidak pernah perintahkan untuk itu” tegas Hardjoko singkat. (eka)
Comment