
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik pemilihan Gubernur maupun pemilihan Bupati dan Walikota sejumlah figur mulai memperkenalkan diri untuk ikut menjadi peserta pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Tak hanya dari kalangan politisi maupun pengusaha, bahkan beberapa akademisi turut didorong untuk menjadi calon. Melihat fenomena ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Sulsel, Sri Rahmi, ikut memberikan tanggapan.
Menurutnya, siapa saja bisa maju dan bertarung di Pilkada termasuk akademisi. “Semua Punya hak untuk dipilih dan memilih,” kata Sri Rahmi saat dihubungi berita-sulsel.com, Kamis (03/11/2016).
Anggota DPRD Sulsel ini mengapresiasi kehadiran akademisi yang ikut bertarung dalam perta demokrasi yang didominasi oleh politisi tersebut.
“Kehadiran akademisi pada pentas Pilkada itu bagus, dan bisa membuat politik lebih dinamis,” kata Sri Rahmi.
Lebih lanjut ia mengungkapkan akademisi sudah memiliki kelebihan jika mengambil bagian menjadi peserta Pilkada.
“Akademisi itu punya kelebihan, dia Punya teori untuk melakukan perubahan, dia punya idealis, serta cenderung rasional,” terangnya.
Beberapa figur akademisi yang disebut akan ikut ambil bagian dan sudah mulai melakukan perkenalan kemasyarakat diantaranya Prof. Nurdin Abdullah, Guru Besar Universitas Hasanuddin, yang akan maju pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.
Khusus untuk makassar sendiri, dua tokoh pendidikan atau Akademisi juga di sebut akan mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon Wali kota yaitu, HA Mustaman, mantan legislator Sulsel yang juga Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina STIE Wira Bhakti Makassar, serta Endre Cecep Lantara Ketua Yayasan Pendidikan Makassar. (ram)
Comment