
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Warga Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng memprotes pembangunan sumor bor yang menggunakan dana desa. Pasalnya, sumor tersebut tak memiliki meteran sendiri, untuk menggunakannya warga harus menggunakan listrik sendiri.
“Seharusnya proyek ini menggunakan meteran listrik sendiri, jangan menggunakan milik warga,” ujar salah satu warga Desa Pising yang meminta namnya tak dituliskan, Sabtu (12/11/2016).
Menyikapi hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kades Pising, Kecamatan Donri-donri, Sofyan mengatakan, pemasangan listrik dalam pembangunan sumor yang menggunakan dana desa tak dalam rancangan anggaran. Namun, dirinya berjanji akan memberikan arus listrik jika dana untuk desanya dikucurkan secara keseluruhan.
“Untuk sementara arus listriknya diambil dari rumah warga, tapi nanti akan tetap kami upayakan untuk mengadakan listriknya jika anggarannya dikucurkan secara keseluruhan,” jelasnya Sofyan.
Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Soppeng, Maskur M Nasir menyanyangkan adanya pencurian listrik, hal tersebut merupakan pelanggaran admistrasi kecil. Namunnya akan memberikan toleransi kepada pengelolah bisa memberikan kilo meter sendiri. Pasalnya, sumur bor tersebut milik publik.
“Penggunaanya masih terukur, artinya masih melalui kilo meter, jika tak melalui kilo meter itu sudah termasuk pelanggaran fatal. Tapi, kami minta pengelolah segera mengusahakan kilo meter tersendiri,” paparnya.
Baca Juga
Blangko E-KTP di Soppeng Habis
Peringati Hari Pahlawan, Dinsos Soppeng Gelar Renungan Suci
Alat Kontrasepsi Jenis KB Dijual Bebas di Soppeng
Proyek sumur bor tersebut menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2016 nilai Rp. 29,465,000. Sementara fasilitas yang ada tak memadai, hanya ada 1 tempat penampungan air, serta beberapa kerang air, tak memiliki tempat mandi cuci kakus serta tak ada atap.
Selain itu, air yang mengalir tak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga secara keseluruhan. Pasalnya, kedalaman sumur tersebut masih relatif rendah.(henrik)
Comment