
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Dua pembangunan fisik di Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng belum selesai dikerja hingga Januari 2017. Proyek tersebut yakni jalan tani atau pengerasan di Toddang Talempang, Dusun Jampu sepanjang 770 meter serta saluran irigasi mabbalae dengan panjang 330 meter. Kedua proyel tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp486 juta lebih.
Kepala Desa Jampu, Ir Sukmal mengatakan, keterlambatan pekerjaan tersebut dikarenakan faktor cuaca. Selain itu, lambatnya anggaran cair juga menjadi pemicu keterlambatan pekerjaan.
Baca Juga : Badan Usaha Milik Desa Soppeng Harus Berdayakan Masyarakat
“Pekerjaan tersebut terlambat dikarenakan cuaca kurang mendukung, terkadang ada material yang dibeli tapi akses jalan tak memungkinkan. Selain itu, dana dikeluarkan lambat, itu salah satu pemicunya, karena material harus dibayar cast, sementara dana belum ada,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Bupati Soppeng Resmikan Pembangunan Tugu Pahlawan Duppamata
Diakuinya, pekerjaan tersebut terus akan dikerjakan sampai selesai. Pasalnya tak ada jangka waktu penyelesaian pekerjaan dengan menggunakan dana desa.
“Tak ada waktu masa kerja yang mengikat, jadi terus kami kerjakan sampai selesai karena masih diberi kebijakan oleh Pemdes sampai akhir Januari,” ujarnya.
Baca Juga : Sebentar Lagi Sugirman Djaropi Pensiun sebagai Sekda Pemda Soppeng
Pantauan berita sulsel.com, anggaran yang dihabiskan dalam pekerjaan saluran irigasi mabbalae sebesar Rp. 219,547,800 dengan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD).
Sementara itu, pekerjaan pengerasan di Toddang Talempang menelan anggaran sebesar Rp 266,715,800 dengan menggunakan ADD. Tak hanya dua pekerjaan tersebut, pembuatan pagar kantor Desa Jampu juga masih dikerjakan sampai sekarang.(Henrik).
Comment