
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah tempat yakni PLN Watampone, bundaran tugu rujab Bupati Bone, kantor Samsat dan kantor DPRD Bone, Rabu (11/1/17) siang.
Pemadaman listrik bergilir di kota yang terjadi seminggu terakhir, bahkan pemadaman listrik di Desa sudah sejak beberapa minggu lalu, turut menjadi aspirasi mahasiswa. Mereka menuntut penjelasan dari pihak PLN terkait alasan pemadaman tersebut. Selain itu, mahasiswa juga menolak pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 va.
Baca Juga : Soal Aspirasi Mahasiswa, Ini Janji Ketua DPRD Bone
Sementara di kantor Samsat Bone, mahasiswa berhasil masuk ke halaman kantor dan menuntut pihak Samsat agar memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. Para pendemo ini diterima oleh Kasat Lantas Polres Bone, AKP Andi Syamsu Lipu, karena Kanit Regiden dalam keadaan sakit dan baru sehari bertugas di kantor Samsat Bone.
Baca Juga : Tim Saber Pungli Bone OTT Oknum Pegawai Kecamatan Bengo
Terakhir, para pendemo mendatangi kantor DPRD Bone untuk menyampaikan segala aspirasi mereka termasuk pencabutan subsidi listrik dan Alfamidi tak berijin yang beroperasi di Bone.
Ketua PMII Cabang Bone, Arsyad, mengatakan pihak DPRD sudah menandatangani pernyataan untuk menindaklanjuti aspirasi mereka.
Baca Juga : Tahanan Nyaris Kabur di Bone, Begini Ceritanya
“Surat pernyataan sudah ditandangani pihak DPRD tapi sayangnya mereka tidak bisa memberikan kejelasan kapan aspirasi kami terpenuhi, mereka hanya bilang akan segera meneruskan aspirasi ini ke pusat” ungkap Arsyad.
Arsyad memberikan warning kepada para anggota dewan agar aspirasi mereka segera terjawab paling lambat seminggu setelah aspirasi itu sampai ke pusat. Jika dalam seminggu belum ada respon dari DPRD, mahasiswa PMII akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih banyak. (Eka)
Comment