
MALILI, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Desa Puncak Indah, Muhammad Cakir bersama Direktur PDAM (PLT) Saipullah, Babinsa Serka Ardiyanto, Babinkamtibmas Brigpol Suprayogi perwakilan masyarakat melakukan peninjauan adanya laporan pengrusakan hutan lindung di Kabupaten Luwu Timur.
Tak hanya hutan, peramba juga dilaporkan merusak Portal pembatas akses jalan menuju bendungan PDAM yang merupakan penampungan air yang akan dikonsumsi warga Malili.
“Kami melakukan antisipasi dan komunikasi dengan pihak Kecamatan Malili dan pihak kehutanan guna menjaga kelestarian hutan sebagai sumber air bersih. Hal ini guna menjaga agar debit air saat musim kemarau tak berkurang. Setelah kami koordinasi baru akan ada tindakan terhadap oknum yang melakukan pengrusakan,” jelasnya Cakir saat ditemui berita-sulsel.com di lokasi bendungan PDAM Puncak Indah, Kamis, (22/02/2017).
Akibat dari perambah hutan dan pengambilan material sungai dan maraknya masyarakat yang berkebun disekitar areal bendungan PDAM akan berdampak pada berkurangnya debit air, longsor, dan tercemarnya sumber air yang menjadi bahan bak PDAM. (jms)
Comment