Maraknya Kebakaran di Soppeng Karena Human Error

ilustrasi kebakaran

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin menjelaskan, maraknya kasus kebakaran diwilayahnya disebabkan kesalahan manusia atau human error.

Kata dia, rumah yang terbakar parah sebahagian besar ditinggal pemiliknya. Pemilik rumah yang menggunakan alat listrik ceroboh. Hal tersebut menjadi pemicu kebakaran.

Baca Juga : Antisipasi Kebakaran, Damkar di Soppeng Tambah Armada di Dua Kecamatan

“Kebakaran sering terjadi pada saat pemilik rumah meninggalkan rumahnya, mereka lupa mencabut sambungan kabel saat memakai strika, mematikan anti nyamuk, serta alat eletronik lainya,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/4/2016)

Guna mencegah kasus kebakaran, jelas Haeruddin, PLN harus memiliki CSR, agar masyarakat yang tak mampu bisa dibantu untuk mengantikan kabel yang tak berstandar SNI atau tak memenuhi standar.

Baca Juga : Sekolah di Soppeng Wajib Bersih dan Sehat

“Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tahun 2016 lalu jumlah kebakaran yang terjadi di Soppeng mencapai 20 kasus. Sementara Januari hingga April 2017 sudah ada 5 kasus kebakaran,”katanya.

Haeruddin menghimbau masyarakat Soppeng lebih waspada, khusus saat hendak keluar rumah, segala sesuatu yang bisa terbakar dan mengakibatkan kebakaran agar diperiksa secara telitih.

Baca Juga : 40 Bendahara SKPD Pemda Soppeng Dilatih Soal Pajak

“Jika musim kemarau, masyarakat diwajibkan menyediakan karung basah dan bak penampungan air guna mengantisipasi terjadinya kebakaran,” terangnya. (henrik)


Comment