Pupuk Langka, Bupati Bone Tak Mau Disalahkan

Bupati Bone, Andi Baso Fahsar Padjalangi dan Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, hadiri rapat koordinasi pupuk bersubsidi bersama para distributor, produsen dan pengecer di Gedung PKK Bone, Rabu (3/5/17)

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Sempat molor dua jam dari waktu yang dijadwalkan, Bupati Bone, H Andi Baso Fahsar Padjalangi dan Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle, akhirnya hadiri rapat koordinasi pupuk bersubsidi bersama para distributor, produsen dan pengecer di Gedung PKK Bone, Rabu (3/5/17) sekitar pukul 11.00 wita.

Sejak awal memasuki ruangan, Fahsar terlihat agak tegang dan terlihat kecewa dari raut wajahnya. Sebelumnya, demo pupuk langka dilakukan oleh para petani dari Kecamatan Palakka yang dikatakan menjadi bukti tidak terealisasinya visi misi Tafa’dal.

Baca Juga : Lawan Legowo “Raja Warkop” Melenggang Jadi Ketua Apdesi Bone

“Masalah pupuk ini karena petani juga terlalu rakus, mau ambil pupuk untuk sawah, lain juga untuk kebun, lain tambaknya. Anda yang bikin persoalan, kita yang disusahi, kita mau tegas, bisa menjadi problem,” kesal Fahsar.

 

Untuk mengetahui akar masalah dari kelangkaan pupuk ini, Fahsar akan bentuk tim pemantau yang terdiri dari aparat dan LSM karena menurutnya upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pupuk sudah memadai.

“Stok pupuk di Bone sudah jauh meningkat dari tahun sebelumnya namun RDKK juga sangat tinggi hingga tidak mungkin disesuaikan dengan permintaan, keterlambatan pupuk masuk ke gudang juga adalah masalah” jelasnya.

Baca Juga : Hadiri Muscab Apdesi Bone, Ini Pesan Fahsar

Dari data produsen pupuk Kaltim, stok yang tersedia 29 ribu 300 ton dan sudah 53 % terealisasi. Stok pupuk untuk Bone dianggap sudah aman dan terpenuhi. Fahsar mengungkapkan bahwa disini jelas kalau ada pengecer yang rakus dilihat dari alokasi untuk kecamatannya yang tidak mencukupi karena sudah habis duluan.

“Kendala tidak susah sebenarnya, jangan ikuti permintaan RDKK tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani” lanjut Fahsar.

baca Juga : HIPIIS Sulsel Kerjasama Pemkab Bone Gelar Seminar Nasional

Fahsar menilai disini ada perencanaan yang salah sehingga harus ada perbaikan dan pendistribusian harus sesuai perencanaan tersebut.

“Saat ini ada 250 ribu RDKK sementara stok hanya 68 ribu ton, jadi tidak mungkin bisa terpenuhi. Saya tegaskan agar tidak ada lagi pengecer yang menyalurkan pupuk diluar wilayahnya. Kalau ada yang mengecer diluar wilayah ecerannya akan diberhentikan sebagai pengecer dan kalau tidak diindahkan akan berurusan dengan hukum” tegasnya. (Eka)


Comment