
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman kembali melakukan silaturahmi di salah satu warkop jalan Tinumbu, Makassar, Senin Malam, (3/7/2017).
Dalam kesempatan tersebut Andi Mustaman tidak banyak bicara tapi lebih banyak mendengarkan kondisi yang dialami masyarakat saat ini.
Salah satu warga Tinumbu, Wawan menyampaikan kondisi masyarakat Tinumbu. Menurutnya, saat ini pembangunan tidak merata dan terjadi ketimpangan sosial.
“Tabe’ puang, di daerah sini masih ada beberapa titik yang kumuh dan butuh ditata,” ujar Wawan.
Andre menyambung pernyataan yang dilontarkan Wawan, menurutnya tempat yang kumuh tidak terlepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang masih sangat kecil.
“Tempat kumuh itu hanya akibat dari rendahnya pendapatan masyarakat sehingga memang harus ada sentuhan atau bantuan dari pemerintah,” tambah Andre.
Andi Mustaman yang berlatar belakang dosen ekonomi paham betul teori-teori kesenjangan sosial, kemiskinan dan pemecahan masalahnya.
Aman sapaan akrab Andi Mustaman sedikit menjelaskan tentang teori ekonomi bahwa dalam ekonomi ada istilah lingkaran setan dalam teori ini orang miskin terperangkap dalam satu siklus yang tak berujung, bahkan akan memperparah kemiskinan, kaum miskin hidup dalam keterbelakangan dengan tingkat pendidikan yang rendah.
Untuk bekerja mereka hanya punya sumber daya yang minim dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, lingkungannya kumuh sehingga mudah terserang penyakit, tidak ada tabungan untuk sekolah anaknya karena habis untuk berobat dan kebutuhan sehari-hari. hal ini akan diwariskan ke anak cucunya.
“Pendidikan yang rendah menghasilkan sumber daya manusia yang rendah sehingga penghasilannya juga rendah, akibatnya kondisi ekonomi rendah, tidak ada tabungan untuk anak melanjutkan pendidikan sehingga anaknya bernasib sama dengan orang tuanya, itulah lingkaran setan yang harus kita putus,” jelas Andi Mustaman.
Menurut Aman, untuk memutus lingkaran setan tersebut dimulai dengan pendidikan.
“Untuk memutus lingkaran setan tersebut harus dimulai dengan pendidikan, kita harus memastikan tidak ada lagi siswa yang menganggur sehingga kelak pengangguran juga akan berkurang,” tutupnya.
Comment