
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Kurang dari 10 hari, Indonesia akan merayakan hari Kemerdekaan tepat 17 Agustus nanti. Kemeriahan tersebut sudah terasa diawal bulan dengan banyaknya kegiatan lomba sebagai rutinitas dan wujud solidaritas rakyat Indonesia di berbagai daerah.
Sayangnya, pemandangan buruk terlihat didepan kantor Perusda Bone, Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan dalam keadaan lusuh, dan robek hingga hanya tersisa sedikit bagian yang menampakkan bahwa itu adalah bendera Merah Putih.
Sekertaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bone, Ridho, mengatakan sangat menyayangkan kejadian pengibaran bendera lusuh dan robek yang diduga tidak pernah diturunkan untuk diganti sejak Kantor Perusda tutup.
“Melihat adanya bendera yang tidak layak pakai berdiri megah di salah satu instansi pemerintah Kabupaten Bone sangat disayangkan sekali, apalagi mendekati hari kemerdekaan Indonesia 72 tahun yang jatuh dibulan ini adalah momentum untuk mengingat kembali perjuangan tokoh bangsa yang telah membebaskan kita dari penjajahan dan sekaligus menumbuhkan spirit nasionalisme kita selaku bangsa Indonesia” lirihnya.
Sejak beberapa bulan terakhir, Kantor Perusda Bone memang sudah tutup dan dinyatakan pailit oleh DPRD Bone seiring pengunduran diri Direktur Perusda, Rivai Saguni, hingga bisnis Solar non subsidi dan Travel milik Perusda pun ikut macet.
Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Idris Alang, mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan rapat dengan memanggil pihak Perusda dan Sekretaris Daerah Bone, Andi Surya Darma, untuk hadir dan mempertanggungjawabkan dana 500 milyar berupa penyertaan modal yang telah dikucurkan oleh DPRD Bone saat penetapan APBD 2015 kemarin.
“Minggu depan kami akan rapat terkait Perusda, mereka datang atau tidak tetap akan dirapatkan karena Sekda akan hadir dan kami akan menunggu laporan pertanggungjawaban penggunaan dana dari Perusda” tegas Idris Alang.
Comment