Murid SD di Bone Sampaikan Asa, Ditengah Lapuknya Bangunan Sekolah

Murid SD di Bone Sampaikan Asa, Ditengah Lapuknya Bangunan Sekolah

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Terletak di Dusun Nipa-nipa, Desa Pusungnge, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, sebuah bangunan sekolah dasar yang telah lapuk dimakan usia terlihat masih digunakan untuk proses belajar mengajar. Ditengah kokohnya gedung-gedung SPPG dan Koperasi Desa Merah Putih yang mampu dibangun hampir di seluruh pelosok Kabupaten Bone, SD Inpres 4/82 Pusungnge justru seolah tak dilirik pemerintah.

Berdiri sejak tahun 1982, sekolah ini tentunya telah mencetak banyak generasi berprestasi, namun sayang kondisi sekolah saat ini sungguh memprihatinkan. Bangunan sekolah yang terdiri dari dua ruang kelas dan satu ruang guru tersebut masih menggunakan atap seng yang terlihat berlubang di sejumlah bagian. Bahkan tak hanya atap, dinding serta lantai yang terbuat dari kayu juga mulai lapuk dan berlubang dimakan rayap.

Jauh dari kata nyaman, murid-murid SD Inpres 4/82 ini justru terancam keselamatannya akibat kondisi bangunan yang telah lapuk. Ketika hujan turun, air dapat masuk ke ruang kelas melalui beberapa bagian atap yang bocor sehingga proses belajar mengajar pun kerap dihentikan. Parahnya lagi, lantai kelas yang sudah berlubang juga membahayakan murid saat beraktivitas. Bahkan sejumlah murid dikabarkan pernah mengalami cedera saat bermain di dalam kelas.

“Kalau hujan masuk air jadi berhentiki dulu belajar, kita juga sering terperosok ke lantai yang berlubang, kadang ada yang menangis karena kesakitan,” kata Husna, murid kelas 5 SD 4/82 Pusungnge.

Diketahui, SD Inpres 4/82 Pusungnge terbagi menjadi kelas induk dan kelas jauh, dimana kondisi geografis menjadi salah satu alasan sekolah harus memiliki kelas jauh. Akses dari satu dusun ke dusun lainnya cukup sulit. Mirisnya lagi, murid-murid ini harus melintasi sungai menggunakan sampan untuk menjangkau wilayah tertentu.

Sekitar 40 murid setiap harinya belajar di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan. Secara keseluruhan, SD Inpres 4/82 Pusungnge memiliki 72 murid dengan sembilan tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah. Meski kondisi bangunan sekolah membahayakan, para murid tetap semangat ke sekolah setiap hari dan mengikuti pelajaran layaknya anak sekolah lainnya.

Kepala sekolah, Marsuki, mengatakan bahwa sebelumnya telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Bone agar bangunan sekolah tersebut dapat dibangun atau diperbaiki sehingga lebih layak digunakan. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi, Akibatnya, pihak sekolah masih terpaksa menggunakan bangunan lama tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.

“Sebenarnya tahun kemarin itu, sekolah jauh ini yang kami usulkan, tapi yang di realisasikan itu sekolah induk kami sebanyak 2 kelas, sementara sekolah jauh kami ini kondisinya sekarang sudah sangat memprihatinkan apalagi muridnya banyak,” ungkap Marsuki.

Marsuki juga megaku, setelah beberapa waktu lalu, sekolahnya itu viral di media sosial, dia mendapat kabar baik dari Dinas Pendidikan. Marsuki sempat dipanggil menghadap Kadis Pendidikan Bone untuk membahas soal pembangunan kelas jauhnya itu.

“Alhamdulillah, kabar baiknya tadi saya menghadap ke Dinas dan membahas soal rencana pembangunan sekolah jauh kami, yah semoga saja bisa cepat terealisasi, agar para murid bisa nyaman dan aman saat belajar,” ucapnya penuh harap.

Tak hanya Marsuki, para guru dan puluhan murid SD Inpres 4/82 Pusungnge ini juga berharap sama. Mereka tidak meminta gedung sekolah yang mewah, namun mereka hanya ingin memiliki sekolah dengan ruang belajar yang aman dan nyaman.


Comment