
LUTIM, BERITA-SULSEL.COM – Blue Ventures, salah satu organisasi asal Inggris bersama Yayasan Hutan Biru dari Makassar menggelar sosialisasi dan diskusi terbuka soal mangrove di Luwu Timur, Selasa (22/08/2017)
Diskusi tersebut dihadiri pemuda Wija To Cerekan (WTC), Organisasi Pengiat Alam Bebas (OPAB), Gerakan Pemuda Peduli Alam Seni dan Budaya (Gp-Palasendaya) dan perwakilan lembaga pemuda dan tokoh masyarakat.
Paul, pria Inggris dari lembaga Blue Ventures mengatakan, kunjungannya di Luwu Timur dan Luwu Utara guna melakukan penyelamatan dan pengelolaan kondisi hutan mangrove dan potensi perikanan.
Direktur LSM Hutan Biru Makassar, Yusran mengatakan, kunjungan ke Lutim untuk melihat kondisi mangrove dan potensi pesisir pantai. Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan mulai dari upaya penyelamatan hingga pengelolaannya. Termasuk penyampaian kemasyarakat akan pentingnya mangrove bagi kehidupan.
Pendiri dan pembina OPAB, Nasaruddin mengatakan, Lutim banyak lembaga pemuda yang telah ikut peduli soal mangrove seperti gerakan WTC telah menjaga hutan adat cerekan yang dominan mangrove. Namun, masih saja terjadi pengrusakan. Hal ini disebabkan hutan mangrove menjadi area tambak ikan masyarakat setempat.
“Ini perlu disosialisasikan kembali kemasyarakat, namun perlu dukungan pemerintah daerah,” ujarnya. *elu.
Comment